
KALTENG.CO-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (17/8), berlangsung khidmat dan megah.
Puncak acara ini diawali dengan sebuah prosesi sakral yang menyita perhatian: kirab Bendera Pusaka dan naskah Teks Proklamasi dari Lapangan Monumen Nasional (Monas) menuju halaman Istana Merdeka.

Prosesi ini menjadi salah satu momen paling dinantikan, menandai dimulainya upacara peringatan detik-detik proklamasi.
Purna Paskibraka 2024 Mendapat Kehormatan Khusus
Dua anggota Purna Paskibraka 2024 mendapat kehormatan besar untuk mengemban tugas mulia ini. Kirana Baskara dari Banten dipercaya sebagai pembawa Bendera Pusaka, sementara Ni Komang Tri Setia dari Bali membawa naskah Teks Proklamasi. Keduanya menunggangi kereta kencana bernama Garuda Prabayaksa, yang dibuat khusus di Sleman, Yogyakarta.
Prosesi kirab dimulai sekitar pukul 08.10 WIB. Kereta kencana yang ditarik oleh delapan ekor kuda ini dikawal oleh 145 personel pasukan berkuda dan puluhan pasukan motor dari Polisi Militer Paspampres. Seluruh rangkaian ini menjadi simbol khidmatnya perjalanan Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi, dua simbol bersejarah yang menjadi fondasi kemerdekaan bangsa.
Presiden Prabowo Pimpin Upacara, Jokowi dan SBY Hadir
Puncak peringatan HUT ke-80 RI dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih.
Antusiasme masyarakat dan para pejabat sangat terasa, termasuk kehadiran dua mantan presiden. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam perayaan ini.
“Insya Allah hadir,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan. Momen ini menampilkan persatuan para pemimpin bangsa, yang secara bersama-sama merayakan hari kemerdekaan.
Megawati Soekarnoputri Pilih Hadir di Acara Rutin PDIP
Di tengah kemeriahan tersebut, ketidakhadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi perbincangan. Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Megawati tidak hadir di Istana karena memiliki agenda rutin yang tidak bisa ditinggalkan.
“Presiden ke-5 konfirmasi terakhir berhalangan hadir… karena beliau memang ada agenda rutin 17 Agustus memimpin upacara khusus di DPP PDIP,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka ini menjadi bukti komitmen bangsa untuk menjaga tradisi, menghargai sejarah, dan terus melangkah maju menuju Indonesia yang lebih baik. (*/tur)



