
Pendapatan Sopir Taksi dan Porter Ikut Terdampak
Sementara itu, penurunan jumlah penumpang pesawat yang datang ke Kalteng melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya berimbas pada menurunnya pendapatan para sopir taksi bandara dan tenaga porter yang sehari-hari bekerja di bandara.
Seperti yang dikatakan Gianto selaku sopir taksi bandara. Ia mengaku bahwa pembatasan orang masuk Kalteng melalui bandara sangat berpengaruh pada pendapatan para sopir taksi bandara.
“Penumpang taksi sekarang jauh berkurang, penumpang pesawat yang datang sedikit karena adanya aturan itu,” kata Gianto kepada wartawan yang menemuinya ketika sedang menunggu penumpang pesawat keluar dari pintu terminal kedatangan Bandara Tjilik Riwut, Rabu (21/4).
Dikatakan Gianto, sebelum adanya aturan tersebut, para penumpang pesawat yang tiba menggunakan pesawat di terminal kedatangan masih cukup ramai. Dalam sehari ia bisa mengantar penumpang 2 hingga 3 kali.
Namun, sejak dikeluarkan surat edaran tersebut, makin sulit mendapatkan penumpang.
“Sudah untung kalau kita sempat dapat tarikan satu kali, ada yang dalam satu hari sama tidak sempat dapat tarikan sama sekali,” kata pria warga kompleks Bangaris itu sambil menambahkan, jumlah sopir taksi resmi di Bandara Tjilik Riwut sebanyak 33 orang.
Gianto berharap pemerintah daerah mempertimbangkan nasib para sopir taksi bandara yang terdampak adanya kebijakan ini. Apalagi menjelang perayaan Idul Fitri, banyak kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi.
Penurunan pendapatan akibat berkurangnya jumlah penumpang pesawat juga dialami oleh para tenaga angkut barang atau porter di Bandara Tjilik Riwut.



