Pernikahan Terasa Melelahkan? Coba 3 Kebiasaan Kecil Ini Agar Hubungan Tidak Lagi Terasa Menyebalkan

KALTENG.CO-Banyak pasangan yang merasa bahwa beban dalam pernikahan bersumber dari masalah-masalah besar, seperti persoalan finansial atau perbedaan prinsip yang tajam.
Namun, jika kita jujur pada diri sendiri, sering kali rasa jenuh, kesal, dan “enek” justru muncul dari gesekan kecil yang terjadi berulang-ulang setiap hari.
Cara Anda merespons pasangan saat sedang lelah pulang kerja, atau bagaimana sikap Anda saat berbeda pendapat mengenai hal sepele, ternyata memiliki dampak jangka panjang yang besar. Jika kebiasaan buruk dibiarkan, pernikahan yang seharusnya menjadi “rumah” justru terasa seperti medan perang yang menyebalkan.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu melakukan perombakan besar dalam hidup untuk mengembalikan keharmonisan. Mengutip dari laman Your Tango, perubahan kecil yang konsisten justru jauh lebih efektif untuk menciptakan suasana positif.
Berikut adalah 3 kebiasaan sederhana yang bisa membuat pernikahan Anda terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan:
1. Gunakan Aturan “Kebaikan di Atas Kebenaran”
Dalam sebuah perselisihan, ego sering kali memaksa kita untuk menang. Kita ingin membuktikan bahwa pendapat kita benar dan pasangan salah. Namun, dalam pernikahan, ketika salah satu “menang”, sebenarnya hubungan tersebut sedang “kalah”.
Cara memulainya:
- Saat pasangan melakukan kesalahan kecil (seperti lupa membuang sampah), alih-alih mengomel dengan nada tinggi, cobalah menegur dengan lembut atau sekadar membantu menyelesaikannya tanpa kata-kata sinis.
- Ingatlah bahwa pasangan Anda adalah teman satu tim, bukan lawan debat. Memilih untuk bersikap baik jauh lebih menenangkan daripada memenangkan argumen namun menciptakan jarak emosional.
2. Praktikkan “Ritual Transisi” Saat Bertemu
Banyak pasangan yang meremehkan momen 5 menit pertama saat bertemu kembali setelah seharian beraktivitas. Sering kali, kita langsung menghujani pasangan dengan keluhan soal pekerjaan atau daftar belanjaan yang belum terbeli.
Cara memulainya:
- Berikan sambutan hangat (pelukan, ciuman, atau senyuman tulus) saat pasangan baru sampai di rumah.
- Berikan waktu “jeda” selama 15-20 menit bagi satu sama lain untuk melepas lelah sebelum membahas masalah rumah tangga atau tugas-tugas. Ritual kecil ini menciptakan rasa aman dan membuat rumah menjadi tempat yang dirindukan.
3. Ungkapkan Apresiasi untuk Hal-Hal yang “Seharusnya”
Sering kali kita berhenti mengucapkan terima kasih karena menganggap hal yang dilakukan pasangan adalah kewajibannya. Padahal, setiap orang butuh merasa dihargai. Rasa “tidak dihargai” adalah pemicu utama munculnya rasa benci dalam pernikahan.
Cara memulainya:
- Ucapkan terima kasih saat pasangan mencuci piring, menjemput anak, atau sekadar membuatkan kopi.
- Validasi usahanya. Kata-kata sederhana seperti, “Terima kasih ya sudah bekerja keras hari ini,” bisa menghapus banyak rasa lelah dan kejengkelan yang terpendam.



