Pintu Masuk Sudah Dijaga Ketat

“Selain kepentingan dikecualikan sebagaimana angka satu dan dua wajib putar balik,” pungkasnya. Terpisah, dilansir dari Radar Banjarmasin (Grup Kalteng Pos), Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan juga akan memaksimalkan penjagaan di perbatasan. Dia akan menempatkan petugas gabungan, dari kepolisian, TNI hingga Dinas Perhubungan. Petugas sebutnya tak segan meminta pemudik yang nekat untuk putar arah.
“Kalau tak ada tujuan jelas dan penting seperti kedinasan, akan diminta putar,” tegasnya. Khusus pelaku perjalanan kedinasan, ditegaskannya, akan langsung dilakuan skrining tes antigen. Jika terbukti positif, maka akan diminta kembali ke daerah asal. “Mereka boleh masuk dengan catatan ada bukti kedinasan. Tapi kalau positif diminta kembali,” tegas pria asal Aceh itu. Sementara, sopir angkutan umum antar kota dan kabupaten di Terminal Km 6 Banjarmasin, Rahmadi mengaku terpukul setelah mendengar kabar larangan mudik Lebaran tahun ini.
“Padahal momen mudik lebaran menjadi pemasukan besar kami sebagai sopir. Kalau tak ada, kami pun tak bekerja,” keluhnya. Dia berharap pemerintah memberikan kelonggaran soal mudik ini. Seperti membolehkan penumpang namun, dengan syarat memiliki hasil negatif antigen. “Kalau tak positif artinya tak menularkan. Harusnya seperti ini. Padahal pemerintah sendiri mengatakan perekonomian harus tumbuh. Seperti ini, bagaimana mau tumbuh, penghasilan akan tak ada,” tuturnya. (mof/ by/ran/alh/ram)



