BeritaPENDIDIKAN

Polemik Laptop 10 Juta per Unit, Berikut Penjelasan Kemendikbudrisrek

Laptop Produksi Dalam Negeri
Dengan Sertifikat TKDN

Dari angka Rp 3,7 triliun tersebut, dia menegaskan bahwa anggaran tidak hanya di pakai untuk pengadaan laptop saja. Namun, juga untuk lebih kepada belanja sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Peruntukan anggaran itu bukan hanya untuk laptop. Satu laptop, terus untuk access point. Kalau enggak ada access point gimana internetnya nyambung, nanti jadi kaum dhuafa internet kalau enggak ada access point,” jelas dia.

Dia pun merincikan, anggaran Rp 1,3 triliun dari pemerintah pusat akan di pakai untuk pembelian 189.840 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN. Lalu juga untuk pengadaan 12.674 access point, 12.674 konektor, 12.674 proyektor dan 45 speaker.

Selanjutnya, anggaran Rp 2,4 triliun akan di gunakan untuk membeli 284.147 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN, beserta alat pendukung seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer dan 6.527 scanner.

Sebagai informasi, pengadaan laptop menjadi polemik publik. Anggaran sebesar Rp 2,4 triliun yang di sebut akan di gunakan untuk membeli 240.000 unit. Di nilai terlalu mahal dan tidak sesuai spesifikasi karena per unitnya dihargai Rp 10 juta.(tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button