Polisi Bongkar Tambang Ilegal di Lamandau

TKP: Lokasi tambang emas ilegal di DAS Lamandau. FOTO: POLRES UNTUK KALTENG POS

NANGA BULIK, kalteng.co-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lamandau menertibkan penambangan ilegal yang kerap berakasi dan merusak lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau. Total ada lima orang yang diamankan petugas kepolisian dari tiga laporan (LP) terkait kasus Ilegal Mining tersebut, termasuk pengepul/penampung emas hasil tambang ilegal tak lepas dari buruan petugas.

Baca Juga:  Jakarta Tuan Rumah Formula E 2022, Berdasarkan Keputusan FIA World Motor Sport Council

Kelima orang tersebut, tiga diantaranya adalah Welington, Paskalis, Helmet, yang diamankan di DAS Lamandau, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, pada Selasa (23/2).

Ketiganya, tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penambangan emas tanpa izin dengan menggunakan 1 buah ponton yang berisi peralatan pertambangan lainnya berupa pipa Spiral,  Keong, Paralon, Bak karpet terbuat dari Kayu, Karpet, selang, mesin Dompeng, NS dan katok/keong.

Baca Juga:  Polantas Lamandau Turun, Tanggapi Keluhan Warga
UNGKAP KASUS: Kasat Reskrim Polres Lamandau Iptu Juan Rudolf, menunjukkan barang bukti emas yang diamankan, hasil tindak pidana Ilegal Mining, di Joglo, Polres Lamandau, Selasa (23/3). FOTO: RUSLAN/KALTENG POS

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo, melalui Kasat Reskrim Polres Lamandau Iptu Juan Rudolf, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka, bahwa alat tambang tersebut  diakui oleh para tersangka miliknya yang sengaja digunakan untuk menambang emas di DAS Lamandau.