BeritaLINTAS BORNEO

Puluhan Pohon Durian di Kalsel Menggering, Diduga Tercemar Limbah Tambang

Pihak Perusahaan Pun Mengambil Sampel

Pak Nas mengungkap, kebunnya mulai rusak setelah di landa banjir besar pada awal 2021 silam. Selama sebulan, bagian kebun yang berada di dataran rendah terendam. Pasalnya, kebun itu memang berdekatan dengan sungai.

“Setelah itu, muncul daun menguning, kering dan gugur. Berlanjut hingga sekarang,” ceritanya.

Awalnya ia menduga karena serangan penyakit. Maka diri nya mulai rajin menyemprotkan obat dan menaburkan pupuk, namun keadaan tak kunjung membaik.

“Akhirnya kami mengambil sampel air dan tanah untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya, di temukan salah satu unsur (limbah tambang),” ungkapnya.

Mengetahui itu, Pak Nas pun berkirim surat ke PT Arutmin Site Asam Asam, salah satu tambang batu bara di sana. Karena aliran sungai yang berada di dekat kebunnya itu terhubung dengan hulu sungai, di mana PT Arutmin menambang. “Kami ingin ada suatu penelitian,” pintanya.

Pihak perusahaan pun mengambil sampel di kebun miliknya, tetapi hasilnya tak terdengar. “Sampel di ambil kurang lebih setengah tahun lalu, hasilnya belum di beri tahu,” tuturnya.

Pak Nas berharap, pohon-pohon durian kesayangannya itu masih bisa di selamatkan. “Sebelumnya sempat tiga kali panen raya. Hasilnya lumayan berkisar Rp800 juta hingga Rp1,6 miliar,” kenangnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button