Sehari Siapkan Belasan Peti Mati

Ia menambahkan, pembuatan satu peti mati berukuran standar (60 cm x 2 m) biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sehingga rata-rata setiap satu pekerja menyelesaikan pembuatan tiga peti mati.
Dikatakan Yosi, saat ini ia mempekerjakan 14 orang karyawan. Terdiri atas 10 orang tukang yang membuat peti mati dan 4 orang pembantu tukang yang bertugas pada bagian finishing (penyelesaian akhir) .
“Kebanyakan bagian finishing diselesaikan di sini,” kata Yosi lagi.
Yosi menuturkan, ia membuka usaha ini sekitar 2010 lalu. Dengan modal yang kecil, pria lulusan sarjana elektro Universitas 17 Agustus Surabaya ini berani memulai usaha jasa pembuatan peti mati.
“Tidak ada pengalaman membuat peti mati, hanya karena sering melihat dan modal berani saja,” kata bapak dari tiga orang anak ini.
Berkat ketekunan dan kesabaran, usahanya yang dijalankannya pelan-pelan berkembang hingga seperti sekarang ini. Dikatakan Yosi bahwa saat ini pihaknya menyediakan layanan jasa pengantaran peti mati untuk semua lapisan masyarakat dari berbagai agama, khususnya di wilayah Kota Palangka Raya. Juga melayani pembuatan peti mati untuk warga yang meninggal dunia di berbagai rumah sakit yang ada di kota ini.
Selain melayani pembuatan peti mati, UD Tabitha juga menyediakan jasa pengantaran jenazah ke tempat pemakaman. “Kami sering dihubungi pihak rumah sakit dari RS Doris, RS Bhayangkara, dan Siloam Hospital,” bebernya.




