
Wacana Poros Keempat Ini Memunculkan Nama Capres Ketum Golkar Airlangga Hartarto
Din memang pernah menjabat sebagai Ketua Balitbang Golkar pada 1993. Ia berkelakar, sampai saat ini dirinya juga masih sebagai kader partai berlambang pohon beringin. “Saya tersinggung saat Mbak Nurul (Nurul Arifin) bilang mantan. Saya masih. Kalau hati saya dibuka, kuning. Penyakit kuning,” ucap Din berkelakar.
Wacana poros keempat ini memunculkan nama capres Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang berpasangan dengan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai cawapres. Sebab, bakal capres yang sudah ada saat ini baru santer tiga nama. Mereka di antaranya Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik Junaidi Rachbini juga menilai, terbuka peluang munculnya poros keempat Airlangga-Zulhas. Menurutnya, KIB hanya tersisa Golkar dan PAN, karena PPP sudah memberikan dukungan untuk bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo.
“Momentum transisi ini sangat berpeluang besar bagi Golkar dan PAN untuk membuat membuat poros ke-empat, demi memperkuat ketahanan partai. Jika mengekor saja, maka partai pengekor tidak akan mendapat tambahan suara, kecuali dapat jatah menteri kemudian hari,” ungkap dia. (*/tur)



