BeritaNASIONAL

Tegas! Wakil Kepala BGN Larang Mobil Operasional SPPG Dipakai Belanja: Melanggar, Langsung Suspend!

KALTENG.CO-Integritas dan higienitas menjadi harga mati dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memberikan peringatan keras kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menyalahgunakan fasilitas negara, terutama mobil operasional.

Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Solo pada Selasa malam (24/02/2026), Nanik menekankan bahwa mobil operasional SPPG memiliki fungsi tunggal yang tidak boleh diganggu gugat.

Distribusi, Bukan Akomodasi Belanja

Nanik menyoroti adanya laporan mengenai penggunaan mobil operasional SPPG untuk aktivitas belanja ke pasar. Ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut dirancang khusus untuk mendistribusikan makanan jadi ke sekolah-sekolah dan Posyandu.

“Mobil Operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan Posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apalagi untuk urusan lain,” tegas Nanik di hadapan 933 pengelola dapur MBG se-Solo Raya.

Ancaman bagi yang melanggar pun tidak main-main. Nanik menyatakan akan langsung menjatuhkan sanksi suspend jika masih ditemukan unit kendaraan yang melenceng dari fungsinya.

Menjaga Higienitas Pangan dari Hulu ke Hilir

Alasan di balik larangan ketat ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan demi menjaga standar kebersihan.

  1. Sterilitas Kendaraan: Mobil distribusi harus tetap bersih karena mengangkut makanan yang siap dikonsumsi.

  2. Risiko Kontaminasi: Jika mobil digunakan mengangkut bahan mentah dari pasar, risiko kontaminasi bakteri atau kotoran pada kabin kendaraan meningkat.

  3. Tanggung Jawab Mitra: Nanik menegaskan bahwa urusan logistik bahan baku adalah tanggung jawab supplier atau mitra. Mereka wajib menyediakan armada sendiri untuk mengirimkan bahan pangan ke SPPG.

Tiga Pilar Pengawasan di SPPG: Gizi, Keuangan, dan Lapangan

Untuk memastikan program MBG berjalan tanpa celah, Nanik menginstruksikan tiga elemen kunci di SPPG untuk bekerja ekstra teliti saat menerima bahan baku di sore hari:

1. Pengawas Gizi (Quality Control)

Wajib mengecek kesegaran dan kualitas bahan baku. Apakah sayuran masih segar? Apakah protein hewani layak konsumsi? Semua harus sesuai dengan standar menu yang telah dirancang.

2. Pengawas Keuangan (Audit Harga)

Bertugas memastikan tidak ada praktik mark-up harga. Semua pembelian harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan didukung oleh kuitansi yang valid sesuai anggaran.

3. Asisten Lapangan (Verifikasi Volume)

Bertanggung jawab menimbang dan mengukur volume bahan pangan yang datang guna memastikan kuantitasnya presisi sesuai pesanan.

“Jangan Takut Menolak Bahan Busuk”

Titik krusial keberhasilan Makan Bergizi Gratis terletak pada proses penerimaan barang. Nanik mengingatkan bahwa banyak kasus gangguan keamanan pangan bermula dari ketidaktegasan petugas di lapangan saat menerima bahan yang kualitasnya mulai menurun.

“Kalau Anda menemukan bahan baku sudah tidak layak, apalagi busuk, dan harganya dimarkup, jangan terima. Anda harus tegas. Kembalikan kepada supplier, dan minta yang baru,” pungkasnya.

Dengan pengawasan ketat dari sinergi tiga fungsi ini, diharapkan kualitas gizi anak bangsa tetap terjaga dan potensi penyelewengan dana maupun standar kesehatan dapat diminimalisir sejak dini. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button