
KALTENG.CO-Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait pertemuan tertutup yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Dalam keterangannya di sela-sela Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Prasetyo menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah konsolidasi politik dengan pihak oposisi, melainkan diskusi strategis bersama tokoh-tokoh nasional lintas bidang.
Bukan Oposisi, Melainkan Pakar di Bidangnya
Spekulasi mengenai hadirnya tokoh oposisi dalam pertemuan tersebut dibantah tegas oleh Mensesneg. Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sengaja mengundang sosok-sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu spesifik negara.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya:
Prof. Siti Zuhro: Pakar kepemiluan dan peneliti senior.
Abraham Samad: Mantan Ketua KPK (Tokoh pemberantasan korupsi).
Susno Duadji: Mantan Kabareskrim Polri (Tokoh kepolisian).
“Bukan tokoh oposisi, tetapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing. Inilah cara Bapak Presiden berkomunikasi; ada yang terbuka, ada yang tertutup,” ujar Prasetyo.
Fokus Utama: Pemberantasan Korupsi dan Masukan Program
Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi serta memberikan penjelasan mengenai arah program pemerintah. Prasetyo menekankan bahwa substansi diskusi berorientasi sepenuhnya pada kepentingan bangsa dan masyarakat.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemberantasan korupsi. Kehadiran Abraham Samad dipandang penting karena pengalamannya dalam memimpin lembaga antirasuah. Presiden ingin mendapatkan perspektif mendalam mengenai langkah-langkah preventif dan kuratif yang efektif.
“Korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya. Beliau (Presiden) ingin mendapatkan penjelasan-penjelasan karena bagaimanapun tokoh-tokoh tersebut punya pengalaman di bidangnya,” tambah Prasetyo.
Komitmen Politik Merangkul (Inclusive Politics)
Prasetyo Hadi juga memastikan bahwa tidak ada perwakilan partai politik (parpol) dalam pertemuan hari Jumat tersebut. Langkah ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang ingin “duduk bersama” dengan berbagai elemen masyarakat di luar sekat birokrasi dan politik praktis.
Kedepannya, pemerintah berencana untuk terus melanjutkan agenda diskusi seperti ini dengan tokoh-tokoh nasional lainnya guna memastikan kebijakan yang diambil memiliki landasan keilmuan dan pengalaman yang kuat. (*/tur)



