Kapolda Kalteng Dukung Produksi Film Kolosal “Dayak” Angkat Budaya Lokal ke Tingkat Nasional

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana produksi film kolosal bertajuk “Dayak” yang akan mengangkat sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Dayak.
Dukungan tersebut disampaikan Kapolda Kalteng saat menerima kunjungan tim rumah produksi film di lobi Mapolda Kalteng, Rabu (6/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Kapolda menilai kehadiran film bertema budaya daerah memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal akar budaya bangsa.
Menurut Irjen Iwan, pengangkatan budaya Dayak melalui karya perfilman juga menjadi langkah positif dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
“Film seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya dan sejarah. Kami dari Polda Kalteng tentu mendukung selama prosesnya berjalan baik dan tetap menghormati nilai-nilai adat yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polda Kalteng siap memberikan dukungan dalam aspek pengamanan maupun koordinasi selama proses produksi berlangsung, termasuk apabila dibutuhkan pendampingan terkait informasi sejarah dan budaya lokal.
Kapolda berharap film “Dayak” nantinya mampu menjadi karya berkualitas yang dapat mengangkat citra Kalimantan Tengah di tingkat nasional, bahkan internasional.
Sementara itu, pihak rumah produksi menjelaskan bahwa film kolosal tersebut akan mengisahkan perjuangan, semangat hidup, dan filosofi masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.
Tahapan pra-produksi direncanakan dimulai pada pertengahan tahun 2026 dengan melibatkan sejumlah talenta lokal Kalimantan Tengah, serta tokoh adat dan budayawan sebagai konsultan budaya guna menjaga keaslian cerita.
Selain memberikan dukungan, Polda Kalteng juga mengingatkan agar proses produksi tetap memperhatikan akurasi sejarah serta menjunjung tinggi norma dan adat istiadat masyarakat Dayak agar pesan budaya yang disampaikan dapat diterima secara positif oleh masyarakat luas. (pra)



