BeritaHukum Dan KriminalKALTENGKasongan

Stigma Negatif Kampung Narkoba: Anak-anak di Desa Tumbang Kalemei Terpukul Secara Psikologis

KASONGAN, Kalteng.co-Insiden berdarah yang terjadi saat operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, meninggalkan duka mendalam sekaligus sorotan tajam dari publik.

Menanggapi derasnya sentimen negatif yang menyudutkan wilayahnya, Kepala Desa Tumbang Kalemei, Herihandy, akhirnya angkat bicara demi meluruskan persepsi masyarakat.

Herihandy menegaskan bahwa tindakan anarkis yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan pada Kamis (2/7/2026) lalu bukan merupakan representasi dari seluruh warga desa.

Menurutnya, serangan brutal tersebut murni dilakukan oleh segelintir oknum yang diduga kuat terikat dalam jaringan peredaran narkotika.

Jangan Generalisasi, Anak-Anak Kena Dampak Psikis

Merespons narasi yang berkembang liar di media sosial dan ruang publik, Herihandy meminta dengan sangat agar masyarakat luar tidak menggeneralisasi seluruh penduduk Tumbang Kalemei sebagai pelaku kejahatan.

“Pemberitaan yang menggeneralisasi bahwa seluruh warga Tumbang Kalemei terlibat adalah tidak benar. Fakta di lapangan menunjukkan insiden tersebut hanya melibatkan individu atau kelompok tertentu yang merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba,” tegas Herihandy, Senin (13/7/2026).

Dampak dari pelabelan negatif ini diakui sangat memukul kondisi sosial desa. Tekanan psikologis tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, melainkan sudah merembet ke anak-anak di desa tersebut yang kini harus menanggung beban stigma dari lingkungan luar.

Ia berharap publik bisa lebih bijak dan objektif dalam memilah antara pelaku kriminal dengan warga sipil yang selama ini hidup jujur, damai, dan sama sekali tidak tersentuh oleh lingkaran hitam narkoba.

Duka Mendalam bagi Institusi Polri dan Korban Sipil

Selain melakukan klarifikasi, Pemerintah Desa Tumbang Kalemei juga menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi kemanusiaan ini. Gugurnya para penegak hukum di garis depan pemberantasan narkoba menjadi duka bersama.

“Pemerintah desa bersama seluruh masyarakat juga merasakan duka yang mendalam atas peristiwa ini. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota kepolisian maupun korban dari pihak sipil,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Komitmen Bersama: Tumbang Kalemei Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Memperbaiki nama baik desa tidak sekadar lewat kata-kata. Pemerintah Desa Tumbang Kalemei kini merangkul seluruh elemen penting—mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat—untuk bersatu memberikan dukungan penuh kepada Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah.

Pihak desa mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus ini tanpa kompromi. Tidak hanya menangkap pelaku penyerangan di lapangan, tetapi juga membongkar akar jaringan peredaran barang haram tersebut hingga ke aktor intelektualnya.

Poin Utama Sikap Pemerintah Desa Tumbang Kalemei:

  • Mendukung Penuh Hukum: Mengawal ketat proses hukum yang sedang berjalan di bawah komando Polri.

  • Deklarasi Bersih Narkoba: Menyatakan perang total terhadap peredaran narkotika di wilayah desa.

  • Sinergi Keamanan: Siap bekerja sama dan membantu aparat penegak hukum guna memastikan Tumbang Kalemei bersih dari pengaruh narkoba ke depannya.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang dilakukan Polri. Pemerintah Desa Tumbang Kalemei menyatakan perang terhadap narkoba dan siap bersinergi untuk memastikan wilayah kami bersih dari peredaran barang terlarang tersebut,” tutup Herihandy. (oiq)

Related Articles

Back to top button