BPJAMSOSTEK Gandeng BTN

Sementara itu, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, PKS ini mendukung pemenuhan kebutuhan rumah dan mendongrak perekonomian nasional. Setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk perumahan akan meningkatkan output pada ekonomi Rp2,15.
“Kemudahan akses ke kredit rumah ini menjamin hari tua para peserta, mendapatkan keuntungan JHT dan fasilitas pembiayaan memiliki rumah,” jelasnya.
Kerjasama ini sebagai tindak lanjut terbitnya Permenaker No17 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permenaker No35 Tahun 2016. Salah satu perubahannya, peserta melalui bank penyalur dapat mengajukan pengalihan KPR umum atau komersial menjadi KPR MLT BPJAMSOSTEK. Kerja sama BPJAMSOSTEK dan BTN dimungkinkan pemberian manfaat berdasarkan prinsip perbankan syariah.
Mewakili Menaker RI, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek, Indah Anggoro Putri mengatakan, negara hadir memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial untuk masyarakat.
“Negara hadir melalui program JHT, diharapkan dan harus kita pastikan memberikan layanan tambahan berupa fasilitas pembiayaan perumahan dan atau manfaat lain yang dibiayai dana investasi program JHT yang dikelola BPJAMSOSTEK,” tegasnya.
Kepala BPJAMSOSTEK Palangka Raya, Budi Wahyudi menyatakan dukungan penuh terlaksananya program MLT tersebut. Ia harap tujuan utama prgram ini dapat terlaksana dengan baik.
“Adanya program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja serta mendukung program pemerintah dalam penyediaan perumahan bagi peserta BPJAMSOSTEK,” pungkasnya. (abw)




