Ekonomi Bisnis

Dukung Food Estate, Belanti Siam Jadi Desa Sadar BPJAMSOSTEK

PALANGKA RAYA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergandengan dengan BPJamsostek, Jasindo dan Bank Mandiri Palangka Raya gelar acara Kick Off di Desa Food Estate Belanti Siam sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (22/10).

Acara tersebut digelar bertepatan dengan Bulan Inklusi Jasa Keuangan dalam membangun sinergi BUMN untuk meningkatkan peran lembaga
jasa keuangan dalam pengembangan kawasan food estate .

Kepala BPJamsostek Palangka Raya Royyan Huda mengatakan, kegiatan ini kali pertama dilakukan sinergi bersama OJK.

Kepala Desa Belanti Siam Amin Arifin mengatakan, pihaknya menyambut
baik acara tersebut dan mengatakan bahwa 22 Kelompok tani dengan
814 KK dan 23 RT yang ada di Belanti Siam juga sangat bersyukur dengan adanya program ini.

“Semua kelompok tani antusiasmenya cukup baik, mereka mewakili 2.651
warga Belanti Siam yang akan mendaftar dalam program JKK dan JKM BPJamsostek dengan biaya yang minim hanya Rp10 tetapi mendapatkan manfaat yang maksimal,” katanya.

Seperti manfaat jaminan kematian sebesar Rp42 juta dan beasiswa untuk dua orang anak peserta hingga Rp174 juta.

Kepala OJK Otto Fitriandy mengatakan inklusi keuangan sangat penting bagi peningkatan perekonomian, khususnya di desa food estate dengan adanya program ini. Selain itu, jaminan bagi petani jika gagal panen dari Jasindo, diharapkan para petani dapat melakukan aktivitas bertaninya, juga program KUR dari Bank Mandiri.

“Kegiatan ini akan terus berlangsung, kedepannya petani tidak perlu ke
kota untuk menjual hasil taninya dengan adanya BUMDes,” ujarnya.

Asisten I Kalteng Nurul Edy mengatakan bahwa inklusi dan sinergi antara stakeholder dan pemerintah sangat diperlukan dalam mendukung program food estate.

“Kami apresiasi program ini dan Bank Mandiri dalam memberikan program KURnya, termasuk Jasindo yang memberi jaminan gagal panen bagi petani,” katanya.

Pihaknya juga apresiasi terbentuknya program Perisai Mandiri yang akan melayani pendaftaran kepesertaan program BPJamsostek serta pembayaran iuran lanjutannya.

“Hal ini merupakan bentuk kepedulian inklusi jasa keuangan, pemerintah dan jajarannya kepada Petani,” bebernya.

Salah satu warga Humaini mengaku dengan program Perisai Mandiri, banyak sesama petani yang tertolong karena terhindar dari calo dan rentenir yang sering menawarkan jasa keuangan dan pembiayaan.

Kelompok Tani Sumber Mulyo Yuli Priosantoso salah salah satu peserta
BPJamsostek menyebut alasan menjadi peserta aktif BPJamsostek lantaran, saat ini menggunakan alat canggih berkeinginan mengasuransikan dirinya,
sehingga memperoleh manfaat proteksi.

“Agar ada jaminan jiwa saat alami insiden sehingga dapat tercover, haraannya seluruh perangkat desa lebih mendukung petani,”
ujarnya. (abw/b5/ala)

Related Articles

Back to top button