Ekspor dan Impor Kalteng Menurun

Turunnya nilai ekspor ini disebabkan oleh adanya penurunan nilai transaksi ekspor komoditas unggulan Kalimantan Tengah, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, kayu dan barang dari kayu, serta nihilnya ekspor perhiasan atau permata

PALANGKA RAYA – Seluruh transaksi pedagangan luar negeri di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menurun, selama Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020. Untuk ekspor turun 51,44 persen, sedangkan impor turun 10,07 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Yomin Tofri M.A, menjelaskan, nilai ekspor Kalteng pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 51,44 persen dibanding Juli 2020, yaitu dari US$182,12 juta menjadi US$88,44 juta.

“Turunnya nilai ekspor ini disebabkan oleh adanya penurunan nilai transaksi ekspor komoditas unggulan Kalimantan Tengah, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, kayu dan barang dari kayu, serta nihilnya ekspor perhiasan atau permata,” terangnya kepada awak media, ketika rilis berita statistik, belum lama ini.

Baca Juga:  BNI Sponsor Utama Event Bulutangkis Nasional

Menurut Yomin, secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Agustus 2020 masih lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai ekspor periode yang sama Tahun 2019, dengan penurunan sebesar 23,24 persen.

Di sisi impor, lanjut dia, pada Agustus 2020 juga terjadi penurunan nilai transaksi sebesar 10,07 persen dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari US$2,98 juta menjadi US$2,68 juta. Secara kumulatif, nilai impor pada periode Januari-Agustus 2020 masih lebih rendah dibandingkan nilai impor periode yang sama tahun 2019, yaitu turun sebesar 52,13 persen.

Baca Juga:  Impor Kalteng Berasal dari Tiga Negara

Selain itu, tambah dia, nilai surplus perdagangan luar negeri pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 52,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari US$179,14 juta menjadi US$85,76 juta.

“Secara kumulatif, terjadi penurunan sebesar 22,46 persen, yaitu dari US$1.551,96 juta pada Januari-Agustus 2019 menjadi US$1.203,37 juta pada Januari-Agustus 2020,” tandasnya. (aza)