DPRD KOTA PALANGKA RAYA

Rana Muthia Oktari Soroti Kekerasan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kasus pelecehan dan pencabulan terhadap anak, khususnya anak berkebutuhan khusus (ABK), kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyuarakan keprihatinan mendalam dan mendorong penanganan yang lebih serius dari berbagai pihak.

Politisi dari Fraksi Partai NasDem tersebut menegaskan, perlindungan terhadap anak, terutama yang memiliki kebutuhan khusus, harus menjadi prioritas utama. Ia menilai, anak-anak dalam kelompok ini sangat rentan menjadi korban kekerasan maupun eksploitasi, baik secara fisik maupun seksual.

“Ini bukan hanya persoalan hukum semata, tetapi juga menyangkut kemanusiaan. Pemerintah kota, lembaga pendidikan, hingga lingkungan sosial harus turut ambil bagian dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak berkebutuhan khusus,” ujar Rana, Selasa (8/7/2025).

Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual terhadap anak, agar memberi efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa. Rana menekankan pentingnya pendekatan multi-sektoral, mulai dari pendampingan psikologis, rehabilitasi sosial, hingga pendidikan keluarga sebagai langkah pencegahan.

“Pemerintah perlu memperkuat program-program edukasi kepada orang tua dan masyarakat luas agar mereka bisa memahami cara melindungi anak-anak di lingkungan sekitar, terutama anak-anak yang memiliki kondisi khusus dan belum mampu membela dirinya sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rana juga mendorong agar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palangka Raya serta dinas terkait lainnya dapat memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan inklusif, psikolog anak, dan organisasi pemerhati disabilitas untuk meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi kekerasan.

“Jangan sampai ada lagi anak-anak yang menjadi korban, apalagi sampai kasusnya baru terungkap setelah trauma mendalam. Kita harus hadir sebagai pelindung mereka,” pungkasnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button