Hukum Dan Kriminal

Bertambah Satu, 13 Pelaku Pembakar Lahan se-Kalteng Diringkus

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Bertambah satu, 13 pelaku pembakar lahan se-Kalteng diringkus. Kejadin kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Bumi Tambun Bungai hingga kini masih saja terus terjadi. Bahkan dampak dari insiden itu yang menyebabkan munculnya kabut asap telah dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai langkah serius dalam menanggulangi dan menangani peristiwa itu, Polda Kalimantan Tengah melalui sebagian Polres jajarannya telah melakukan penindakan hingga penetaapan terhadap sejumlah tersangka yang terbukti melakukan pembakaran lahan tersebut.

Sejauh ini, aparat penegak hukum dari Polri telah menetapkan sebanyak 13 tersangka dari persitiwa karhutla yang terjadu di Kalteng ini. Belasan pelaku ini sifatnya merupakan individual, sementara itu Polda Kalteng belum ada menangani adanya korporasi yang terbukti dan terlibat dengan kebakaran lahan ini.

Untuk diketahui, adapun masing-masing polres jajaran yang telah mengungkap kasus karhutla diantaranya Polres Kapuas satu kasus dengan tiga tersangka. Polres Kotim dua kasus dengan dua tersangka. Polres Sukamara tiga kasus dengan tiga tersangka.

 Kemudian, Polres Seruyan dua kasus dengan dua tersangka. Polres Kotawaringin Barat dua kasus dengan dua tersangka. Terakhir Polres Pulang Pisau satu kasus dengan satu tersangka.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, bahwa kini polres jajaran kita masing-masing tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi sebagai bentuk langkah tegas dalam menanagni perkara karhutla di wilayah hukum kerja mereka.

“Terakhir penambahan tersangka di Polres Kobar. Untuk seluruh kasus tersebut sudah ada yang tahap II, tahap I dan juga penyidikan. Saat ini telah ditangani oleh masing-masing Satker Satreskrim yang ada di Polres jajaran,” katanya, Rabu (11/10/2023).

Lanjut perwira polisi dengan tiga melati emas di pundaknya itu, dari pengungkapan terhadap pelaku pemabakar lahan yang sedang marak-maraknya tejadi ini, ada berbagai macam modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka.

“Para pelaku pembakar lahan ini memiliki modus atau dalih melakukan itu untuk tujuan pembersihan dengan cara menebas rumput, semak belukar dan ranting-ranting. Setelah itu pelaku ini akan membakar puing-puing tersebut dan dibiarkan begitu saja,” urainya.

Tidak hanya itu, sambung perwira polisi dengan tiga melati emas di pundaknya ini, para tersangka juga ada yang terlebih dulu menyemprotkan cairan racun agar rerumputan atau tanaman dilahan itu mati sehingga mengering dan dibakar.

“Alasan membuka lahan secara membakar adalah efisiensi waktu dan menghemat biaya. Terkadang tersangka hanya membakar di lahannya saja, namun karena situasi yang kering api kemudian merembet dan meluas,” tegasnya.(oiq)

Related Articles

Back to top button