Hukum Dan Kriminal

Lancarkan Bisnis, Sejumlah Oknum Mengatasnamakan Bea Cukai

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Lancarkan bisnis, sejumlah oknum mengatasnamakan Bea Cukai. Oleh sebab itu para masyarakat diimbau untuk waspada lagi mengenai modus penipuan tersebut.

Para pelaku kejahatan ini pastinya akan melakukan berbagai upaya untuk melancarkan bisnisnya guna meraup keuntungan yang lebih. Sejumlah instansi bahkan kerap dicatut untuk memuluskan aksinya, tak terkecuali Bea Cukai.

Berdasarkan data contact center Bea Cukai, secara nasional per bulan Agustus 2022 ada 759 pengaduan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai yang diterima.

Modus yang dilaporkan ini beragam isinya. Dominan dari penipuan itu banyak yang berkedok sebagai toko online yang menyasar pembeli barang secara online dari luar negeri maupun dalam negeri.

“Modus yang paling sering digunakan oleh pelaku penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, yaitu modus online shop,” kata Plt Kepala Bea Cukai Palangka Raya Firman Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (23/1/2023).

Menurutnya, para oknum pelaku penipuan ini biasanya menjual barang dengan harga di bawah pasaran. Pasalnya setelah transaksi, pelaku akan berkelit meminta uang tambahan dengan alasan barang tersebut ditahan Bea Cukai.

“Tak hanya itu, calon korban juga umumnya diancam oleh penipu yang mengaku petugas Bea Cukai dan diperintahkan untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi,” imbuhnya.

Firman menegaskan, masyarakat perlu memahami tugas, pokok, dan fungsi Bea Cukai terlebih dahulu agar terhindar dari penipuan jenis ini. Menurutnya, ada beberapa fakta yang perlu diketahui masyarakat.

Pertama, masyarakat diharapkan memahami aturan kepabeanan atas barang kiriman sehingga tidak mudah dikelabui oleh penipu yang mengatasnamakan Bea Cukai. Untuk barang-barang yang diperjualbelikan di dalam negeri dan penjual mengatakan bahwa barang ditahan Bea Cukai, maka hal tersebut jelas merupakan penipuan. Bea Cukai tidak memeriksa pengiriman barang antarpulau di dalam negeri, kecuali dari wilayah free trade zone.

Kedua, bila mendapat informasi barang yang dibeli dari luar negeri tertahan di Bea Cukai, masyarakat dapat segera memeriksa status barang kiriman pada www.beacukai.go.id/barangkiriman. Apabila penjual tak dapat menunjukkan nomor resi, sehingga barang tak bisa dilacak, bisa dipastikan hal tersebut adalah modus penipuan.

Ketiga, Bea Cukai tidak pernah menghubungi pemilik barang untuk penagihan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang kiriman. Juga tidak pernah meminta kiriman uang untuk pembayaran tersebut ke nomor rekening pribadi, karena pembayaran untuk penerimaan negara dilakukan menggunakan kode billing.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button