Hukum Dan Kriminal

Lima Kali Videokan Tetangga Barak Mandi, Pemuda Dipolisikan, Alasannya Buat Koleksi

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Akibat tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya, FS harus berurusan dengan polisi. Pelaku nekat mengambil video tetangganya di kamar mandi. Alhasil aksi pelaku diketahui dan dilaporkan korban ke Mapolres Kotawaringin Barat (Kobar). 

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan,  pelaku memang sudah cukup lama menjalankan aksinya. Pengakuan pelaku sudah lima video dikoleksinya dan semuanya tetangga baraknya yang sedang mandi.

 Pelaku yang diketahui tinggal di Jalan Iskandar Pangkalan Bun mengaku tidak mampu menahan nafsunya. Lantaran setiap korbannya mandi selalu diintip dan divideokan menggunakan ponselnya. Ironisnya antara korban dan pelaku tinggal bersampingan karena sama-sama di barak.

 Kejadian ini bermula ketika pelaku yang sedang berada dirumah sembari menenggak miras mendengar korban masuk ke dalam kamar mandi. 

“Pelaku ngakunya dalam kondisi mabuk langsung naik ke dinding kamar mandinya yang kebetulan berdempetan. Didalam tembok tersebut ada lubang kecil dimanfaatkan korban memasukkan ponselnya untuk  merekam,” katanya. 

Awalnya korban tidak mengetahui aksi pelaku yang mengendap-endap di tembok kamar mandi. Ketika korban sedang buang air kecil dan kepalanya menghadap keatas kaget. Pasalnya melihat adanya sebuah handphone nongol didalam kamar mandinya. Karena kaget langsung berteriak memanggil temannya. 

Tanpa menunggu lama teman korban yang kebetulan satu baraknya langsung lari ke barak sebelah milik tersangka. Rupanya pelaku kabur dan aksi ini dilaporkan kepada pemilik barak. 

“Pemilik barak langsung memanggil tersangka dan melakukan pengecekan. Ternyata benar didalam ponselnya ditemukan video korban sedang mandi tanpa busana,”ujarnya. 

Akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Betapa kagetnya setelah dilakukan pemeriksan ternyata ada lima video yang isinya kedua tetangga baraknya sedang mandi.(son)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button