Terima Ancaman Jampi-Jampi, Pria Berparas Denny Caknan Ketakutan, Polisi Lakukan Mediasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Terima ancaman jampi-jampi, pria berparas mirip Denny Caknan Ini ketakutan hinga melapor ke polisi. Kejadian itu dialami oleh seorang pemuda yang sehari-harinya berdomisili di Kota Palangka Raya.
Kejadian ini bermula saat lelaki berusia 25 itu berkenalan dengan seorang wanita berusia 28 tahun yang posisinya sama-sama tinggal di Kota Cantik ini. Korban ketika itu menerima ancaman akan diguna-guna hingga perbuatan mistis lainnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, korban melaporkan kejadian ini ke Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng guna mencari solusi mengenai permasalahan yang dialaminya tersebut agar mendapatkan jalan keluarnya.
Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji mengungkapkan, pada awalnya korban ini berkenalan dengan wanita itu melalui media sosial Facebook. Setelah cukup menjalin percakapan, kemudia keduanya saling bertukar nomor whatsapp guna melanjutkan perbincangan.
“Saat itu muncul dibenak korban, jika ia tertarik dengan perempuan tersebut karena melihat foto-foto Bunga di facebook dinilai cantik dan sesuai dengan yang diidam-idamkan,” katanya, Jumat (28/7/2023)z
Lanjutnya, singkat cerita keduanya bersepakat bertemua pertama kali di tepi jalan. Wanita pujaan hatinya ketika itu tidak melepas helm dan masker karena ketemunya cuma sebentar. Minggu berikutnya, korban kembali mengajak ketemu lagi dan disepakati ketemu di sebuah wisma di Palangka Raya.
Saat berada di dalam wisma, korban akhirnya sadar bahwa perempuan yang dikenalnya di facebook tersebut, ternyata tidak secantik fotonya. Lalu Kumbang beralasan mau beli minuman dan tidak kembali lagi ke wisma.
“Setelah kejadian tersebut, Bunga masih sering menghubungi Kumbang, namun kumbang tidak pernah merespon lagi. Karena hubungannya digantung (ghosting), Bunga kemudian mengeluarkan ancaman mistis dan akan mengguna-gunainya,” jelas Erlan.
Takut dengan ancaman tersebut, akhirnya korban mengadukan hal tersebut untuk curhat ke Humas Polda Kalteng agar bisa dilakukan dimediasi.
“Alhamdulillah, setelah dimediasi dan masing-masing pihak diberikan pemahaman, akhirnya masalah tersebut berakhir damai,” tutupnya. (oiq)



