Fokus Kesehatan dalam 100 Hari Kerja,Sarana dan Prasarana Diperkuat
MUARA TEWEH,kalteng.co – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama dalam 100 hari kerja pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menitikberatkan pada penguatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di seluruh wilayah.
Program 100 hari kerja ini mencakup sejumlah kegiatan prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan dasar fasilitas kesehatan. Langkah tersebut diambil guna mempercepat peningkatan akses serta mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan.Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi, AR., menjelaskan bahwa berbagai kegiatan strategis telah direalisasikan dalam program tersebut.
“Dalam program 100 hari kerja, kami melaksanakan berbagai kegiatan strategis, antara lain pengadaan alat kesehatan, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan, penguatan Puskesmas, Pustu, dan rumah sakit, serta penyediaan sarana pendukung layanan,” Minggu (11/1).Ia menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan diarahkan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya secara langsung.“Semua ini bertujuan untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Pariadi.
Implementasi program tersebut terlihat dari realisasi sejumlah bantuan dan pengadaan, seperti ambulans untuk tiga Puskesmas, sepeda motor operasional bagi petugas Pustu, serta pengadaan perangkat komputer dan printer guna mendukung penerapan Rekam Medis Elektronik. Selain itu, penguatan jaringan internet melalui Starlink serta pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk RSUD dan Unit Transfusi Darah (UTD) juga menjadi perhatian.
Kebijakan lain yang langsung dirasakan masyarakat adalah penghapusan biaya parkir kendaraan di RSUD Muara Teweh. Di sisi promotif dan preventif, pemerintah daerah juga menggalakkan program deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test, serta penyediaan rumah tunggu persalinan di setiap kecamatan.Pariadi menegaskan bahwa pembangunan di sektor kesehatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pembangunan fisik.“
Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah agar masyarakat Barito Utara benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (hms)




