PEMKAB KOTAWARINGIN BARAT

Banjir Kotawaringin Barat Surut, Status Siaga Darurat Diperpanjang

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Hingga saat ini kondisi banjir di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) perlahan-lahan air mulai surut. Namun kondisi tersebut tidak membuat para pengungsi bisa langsung kembali ke rumahnya.

Karena dikuatirkan air bisa kembali naik, karena kondisi hujan masih saja terjadi. Meskipun demikian Pemerintah Daerah tetap memperpanjang status Siaga Darurat. Hal ini disampaikan Pj Bupati Kobar Anang Dirjo ketika dimintai keterangan awak media, Selasa (1/11/2022).

“Siaga darurat masih kami perpanjang karena curah hujan masih tinggi. Kami minta agar warga tetap waspada dan tetap berhati-hati,” katanya.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Menurutnya, masyarakat hendaknya tetap berada di lokasi pengungsian karena rumahnya masih tergenang air banjir. Bahkan penurunan air banjir sudah mencapai 10 cm. Namun banjir susulan diperkirakan masih terjadi lantaran menurut perkiraan BMKG bahwa curah hujan masih terus terjadi.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Dan puncaknya akan terjadi pada Bulan Desember mendatang. Karena hujan masih terjadi dan luapan air akan terus menggenangi di pemukiman padat penduduk yang tinggal dipinggir sungai.

“Kami minta agar nantinya dinas terkait dan BPBD agar terus melakukan pengawasan bagi para korban yang mengungsi. Bantuan banjir akan terus disalurkan,” ujarnya.

Sementara itu untuk wilayah jalanan arah Pangkalan Bun menuju  Kotawaringin Lama ketinggian arah perlahan-lahan juga sudah mukai surut. Namun para pengendara masih tidak diperbolehkan melintas dijalur tersebut. Apalagi kendaraan kecil maupun muatan berat.

Sehingga diminta agar tetap melintas dari arah Kabupaten Lamandau. Apabila tetap nekat dikuatirkan akan membahayakan diri sendiri karena air luapan masih menggenangi jalur tersebut.

“Jangan nekat kalau kondisi jalan masih tergenang air karena sangat membahayakan. Kami juga meminta agar muatan berat agar tidak melintasi jalur tersebut,” ucapnya. (son)

Related Articles

Back to top button