DISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGEKSEKUTIFKabar DaerahPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

PUPR Kalteng Dorong Inovasi Tata Kota Berkelanjutan, Rilis Model Animasi RTH dan Area Parkir Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan langkah progresif dalam mewujudkan tata kota yang modern dan berkelanjutan.

Melalui Bidang Cipta Karya, instansi ini secara resmi merilis Model Animasi Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Tempat Parkir Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya (lanjutan).

Visualisasi animasi ini bukan sekadar rancangan teknis, tetapi juga wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadirkan wajah baru kawasan ikonik Bundaran Besar yang lebih modern, tertata, dan ramah masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, melainkan juga menekankan unsur estetika, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dirancang dalam model animasi menggambarkan semangat menghadirkan ruang publik yang inklusif dan humanis. Area ini diharapkan menjadi tempat rekreasi, interaksi sosial, sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat Palangka Raya.

Sementara itu, pembangunan area parkir terintegrasi di sekitar kawasan Bundaran Besar diharapkan mampu menata arus kendaraan dengan lebih efisien, sekaligus mengurangi kemacetan di pusat kota. Penataan ini juga mendukung konsep kawasan yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Visualisasi animasi yang dirilis oleh Bidang Cipta Karya tersebut memberikan gambaran konkret tentang bagaimana wajah Bundaran Besar Palangka Raya akan bertransformasi menjadi ikon kota yang lebih modern dan berwawasan lingkungan.

Menurut Kepala Dinas PUPR Kalteng, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, ST., MTP., perancangan model animasi ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan pembangunan kawasan Bundaran Besar yang sebelumnya telah melalui proses perencanaan matang.

“Visualisasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ruang publik yang modern, estetis, dan ramah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kota berkelanjutan di jantung Kalimantan Tengah,” ujar Juni Gultom.

Dengan konsep berkelanjutan tersebut, setiap elemen pembangunan diarahkan untuk mendukung prinsip ramah lingkungan, efisiensi energi, serta aksesibilitas bagi semua kalangan masyarakat.

Selain berfungsi sebagai ruang publik, desain kawasan Bundaran Besar juga merepresentasikan identitas dan kearifan lokal Kalimantan Tengah. Elemen arsitektur dan ornamen yang dimunculkan dalam animasi menggambarkan perpaduan antara modernitas dan nilai-nilai budaya lokal, yang menjadi ciri khas Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Bumi Tambun Bungai.

Langkah kreatif ini sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota modern yang tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Penerapan model animasi digital oleh Dinas PUPR Kalteng juga menjadi contoh penerapan transformasi digital dalam perencanaan tata kota. Dengan memanfaatkan teknologi visualisasi 3D, publik dapat memahami arah pembangunan dan manfaat proyek secara lebih transparan serta interaktif.

Pendekatan digital ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan akuntabilitas publik terhadap proyek pemerintah.

Melalui langkah inovatif ini, Dinas PUPR Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Pembangunan kawasan Bundaran Besar bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun citra kota yang maju, hijau, dan berbudaya. Dengan dukungan berbagai pihak, Palangka Raya diharapkan mampu menjadi kota percontohan dalam penataan ruang publik berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button