DPRD Kotim Apresiasi Perbaikan Jalan S Parman

SAMPIT, Kalteng.co – Setelah berbulan-bulan dikeluhkan masyarakat, kondisi berlubang dan membahayakan di Jalan S Parman, Sampit, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim).
Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan sejak Senin (6/10/2025), dengan mengerahkan tim dari UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
Langkah cepat ini disambut positif oleh warga, termasuk para pengendara roda dua yang selama ini kerap mengalami kecelakaan ringan akibat lubang yang sulit terlihat saat malam hari atau saat hujan.
“Kami sangat bersyukur akhirnya diperbaiki. Ini jalan utama, jadi harusnya memang jadi prioritas,” ujar Joni, seorang pengemudi ojek online yang saban hari melintas di jalur tersebut.
Legislatif Apresiasi Respons Pemerintah
Dukungan terhadap upaya pemerintah juga datang dari DPRD Kotim. Ketua Komisi IV, Mariani menyampaikan apresiasinya atas tindakan cepat yang diambil dinas teknis terkait.
“Alhamdulillah, kami apresiasi Dinas Bina Marga yang tanggap terhadap aspirasi masyarakat. Ini bukti bahwa pemerintah hadir ketika dibutuhkan,” ucap Mariani, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, kondisi Jalan S Parman sudah lama menjadi keluhan publik karena merupakan salah satu jalur padat yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan permukiman dan perkantoran. Lubang-lubang di ruas tersebut tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan jiwa pengguna jalan.
Meski demikian, Mariani menegaskan bahwa perbaikan semacam ini harus menjadi agenda rutin, bukan hanya reaktif saat ada laporan warga. Ia mendorong agar Dinas SDABMBKPRKP meningkatkan sistem monitoring jalan rusak agar dapat diantisipasi lebih dini.
Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas pengerjaan dan pemilihan material yang tahan lama, agar perbaikan yang dilakukan tidak bersifat tambal sulam yang mudah rusak kembali saat musim hujan.
“Jangan tunggu viral atau laporan warga baru ditindak. Harus ada sistem deteksi dini dan pemeliharaan berkala,” tutupnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



