EKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB BARITO UTARA

PUPR Barito Utara Siapkan 10 Set Jembatan Bailey untuk Buka Akses Desa Terisolasi

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) mengambil langkah revolusioner dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan.

Di bawah kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Pemkab Barut memprioritaskan penggunaan jembatan bailey sebagai solusi praktis membuka akses wilayah yang terisolasi.

Kebijakan ini merupakan inovasi strategis untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang mendesak di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Dengan terhubungnya desa-desa melalui jembatan yang layak, diharapkan distribusi logistik semakin lancar dan kesejahteraan masyarakat meningkat drastis.

Inovasi Strategis: Cepat, Tepat, dan Efisien

Bupati H. Shalahuddin mengungkapkan bahwa penggunaan jembatan bailey adalah pilihan yang rasional di tengah tuntutan pembangunan yang tinggi namun dengan anggaran yang harus dikelola secara cermat.

“Inovasi ini adalah kebijakan strategis untuk menjawab kebutuhan pembangunan jembatan yang sangat mendesak. Penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Bupati Shalahuddin.

Perbandingan Biaya: Hemat Hingga Miliaran Rupiah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barut, Muhammad Iman Topik, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Subiyantoro, memaparkan alasan teknis di balik pemilihan jembatan tipe ini. Dari sisi fiskal, jembatan bailey jauh lebih ekonomis dibandingkan jembatan permanen beton atau baja konvensional.

Berikut adalah perbandingan estimasi anggaran berdasarkan keterangan Dinas PUPR Barut:

Aspek PerbandinganJembatan Permanen (Bentang 30m)Jembatan Bailey (Bentang 30m)
Estimasi AnggaranRp 9 Miliar – Rp 12 Miliar± Rp 2 Miliar
Biaya PelaksanaanTinggi & Waktu Lama± Rp 300 Juta
Kapasitas BebanStandar Logistik10 – 20 Ton
EfisiensiRendah (Permanen)Tinggi (Bisa Bongkar Pasang)

Fleksibilitas Tinggi: Satu Unit Bisa Jadi Banyak Jembatan

Keunggulan lain dari jembatan bailey tipe Double SR 30 adalah sifatnya yang modular atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokasi. Subiyantoro mencontohkan, jika di sebuah lokasi hanya membutuhkan bentang 10 meter, komponen dari satu unit jembatan 30 meter tersebut dapat dibagi untuk membangun dua atau tiga jembatan di titik berbeda.

Hingga saat ini, PUPR Barut telah menyiapkan total 10 set jembatan bailey dengan alokasi anggaran sebesar Rp 20,7 miliar. Rinciannya meliputi:

  • 5 set tipe Double SR 30 meter.

  • 4 set tipe Single SR 30 meter.

  • 1 set jembatan bailey khusus roda dua (SR 50 meter) untuk pemukiman padat yang tidak dapat dilalui mobil.

Target: Dua Jembatan per Kecamatan

Rencana besar Pemkab Barut adalah menempatkan setidaknya dua titik jembatan bailey di setiap kecamatan. Fokus utama adalah wilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki konektivitas jalur darat yang memadai.

“Dengan adanya jembatan ini, hambatan akses desa dapat segera teratasi. Masyarakat akan lebih mudah memasarkan hasil bumi dan menjangkau pusat layanan publik seperti sekolah atau puskesmas,” tambah Subiyantoro.

Langkah taktis ini menjadi bukti komitmen pasangan Shalahuddin-Felix dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat pedesaan di Barito Utara. (hms)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button