EKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB BARITO UTARA

Ramah Tamah Hari Jadi ke-76 Barito Utara: Dari Sinergi Daerah hingga Antisipasi Karhutla

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Suasana penuh keakraban mewarnai acara ramah tamah Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara yang digelar di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, usai mengikuti rangkaian peringatan hari jadi daerah berjuluk Bumi Iya Mulik Bengkang Turan tersebut.

‎Ramah tamah menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pembangunan Kabupaten Barito Utara yang terus menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun.

‎Bupati Barito Utara, Shalahuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun daerah melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat.

‎Ia mengatakan, tema Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, “Mewujudkan Masyarakat Barito Utara Maju, Sejahtera dan Berkeadilan”, menjadi semangat bersama untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

‎”Melalui tema tersebut, kita meneguhkan tekad bersama untuk mewujudkan masyarakat Barito Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan melalui pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Shalahuddin.

‎Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara. Ia berharap daerah tersebut terus tumbuh sebagai salah satu daerah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Tengah.

‎Menurutnya, kegiatan ramah tamah bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan menjadi wadah memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

‎”Melalui silaturahmi dan ramah tamah ini akan tumbuh rasa kebersamaan, semangat, guyub rukun, serta persaudaraan yang semakin kokoh. Kekuatan terbesar suatu daerah bukan hanya terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada kerukunan, keharmonisan, dan persatuan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, tahun 2026 diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering akibat pengaruh fenomena El Niño.

‎Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga tanggap darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026. Gubernur mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat mitigasi, koordinasi, dan upaya pencegahan agar bencana karhutla dapat diminimalkan. (pra)


EDITOR: MATURIDI

 

Related Articles

Back to top button