
Semua Kebijakan Diambil Pemerintah
Dalam Rangka Melindungi Masyarakat
Pemprov, tutur gubernur, mendukung penuh dan memfasilitasi organisasi keagamaan, organisasi adat. Dan organisasi masyarakat yang selama ini sudah melakukan upaya penanganan Covid-19 sehingga lebih di optimalkan lagi.

Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan lainnya di minta terus melakukan sosialisasi dan penyadartahuan penerapan prokes 5M. Mendukung upaya penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), serta menyuk- seskan program vaksinasi.
Upaya penanganan ini melibatkan elemen pemerintahan hingga tingkat bawah yakni RT/RW. Gubernur menyebut, dalam kurun waktu 1 tahun 6 bulan, titik kelemahan berada di pasar. Pergerakan orang, pantauan penerapan PPKM di kabupaten/kota, dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protocol kesehatan.
“Tukang parkir, warga yang suka nongkrong, biasanya masih jarang mengenakan masker. Untuk atasi ini, akan di lakukan patroli. Bahkan akan ada penindakan khusus pidana dan denda, karena aturan harus di laksanakan untuk menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu gubernur juga meminta kepada bupati dan wali kota untuk mengantisipasi kekurangan stok obat-obatan dan oksigen.
“Sebab beberapa kasus kematian di kabupaten/kota juga di karenakan keterlambatan oksigen, jadi perlu ada langkah pencegahan ke depan,” ucapnya.
Gubernur juga mendukung kinerja Presiden Joko Widodo yang terus melakukan upaya penanganan Covid-19. Diri nya siap mendukung penuh semua upaya yang di lakukan presiden. Semua kebijakan yang di ambil pemerintah dalam rangka melindungi masyarakat dari risiko terpapar Covid-19. Agar tidak makin banyak yang terpapar Covid-19, bahkan sampai mengalami kematian.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan, kerja sama, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan di Kalteng. Secara khusus tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Tujuan dan harapan kita semua tentunya sama, yaitu mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19. Agar masyarakat tetap sehat dan perekonomian segera pulih kembali,” pungkas- nya. (nue/abw/ce/ala)



