Dapil III Serap Aspirasi Warga Kelurahan Panarung

SINERGITAS : Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III melaksanakan reses di Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Rabu (1/12/2021). YUDA / KALTENG.CO

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dapil III serap aspirasi warga Kelurahan Panarung. Dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat, kalangan DPRD kota Palangka Raya kembali melaksanakan reses ke masing-masing Daerah Pemilihannya (Dapil) terhitung tanggal 1-2 Desember 2021.

Seperti yang dilakukan, oleh kalangan wakil rakyat asal Dapil III mencakup Kecamatan Pahandut dan Sebangau, melaksanakan reses di Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Rabu (1/12/2021).

Kegiatan reses Dapil III serap aspirasi ini diikuti, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto, Wakil Ketua II Basirun B Sahepar, Wakil Ketua Komisi A Rusdiansyah, Anggota Komisi A Tantawi Jauhari, Ketua Komisi B Neny A Lambung, Anggota Komisi B Heri Purwanto, Wakil Ketua I dan II Komisi C Hasan Busyairi dan Shopie Ariany, Anggota Komisi C Hj Mukarramah.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Palangka Raya Imbang Triadmaji, perwakilan Dinas Sosial kota, BPBD kota, Lurah Panarung Evi Kahayanti, RT/RW dan beberapa warga setempat.

Selaku pimpinan rombongan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengatakan, aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, selanjutnya akan pihaknya akomodir. Setelah diakomodir dan dilakukan pemrosesan, hasil reses tersebut akan disampaikan kedalam rapat paripurna.

Baca Juga:  Warga Palangka Raya Diminta Patuhi Tilang Elektronik

“Jika eksekutif memiliki program Musrenbang, Legislatif memiliki program reses. Dan itu disatukan, dimana untuk pengeksekusian dilakukan oleh eksekutif. Jangan seolah-olah semua dilakukan oleh legislatif,” ucap Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kalteng ini.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya tiga periode ini berpesan, agar tidak terpaku pada satu program itu-itu saja.  Harus ada solusi lain contoh, wilayah Kecipir jika ada usulan pembangunan sekolah, lakukan pembangunan.

“Jika DAK tidak memiliki anggaran cari solusi lain, harus ada visioner. Karena anak-anak yang ada di Kecipir  berhak mendapat pendidikan yang notabenenya sebagai penerus bangsa,” tegas wakil rakyat yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi DPRD Kota Se-Indonesia ini. (pra)