Proyek Singkong Gunung Mas Disorot

PALANGKA RAYA,kalteng.co-Pembukaan lahan secara besar-besaran di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalteng mendapat sorotan koalisi LSM Lingkungan. Pasalnya, proyek yang disebut-sebut bagian dari Proyek Strategis Food Estate itu rentan sekali berdampak serius terhadap kerusakan hutan atau deforestasi.
“Pembukaan sekitar 700 hektare lahan yang diperuntukan kebun singkong itu, terjadi di kawasan hutan produksi, sehingga terkesan hanya modus memanfaatkan kayu tebangannya,”kata Direktur Walhi Kalteng Dimas saat konferensi pers melalui aplikasi zoom, Rabu (17/2/2021).
Secara umum, lanjut Dimas, Proyek Startegis Nasional Food Estate di wilayah Kalteng ini banyak sekali tumpang tindih dengan lahan gambut, baik itu gambut tebal maupun sedang.
“Berdasarkan kajian kita, jumlah lahan overlap tersebut mencapai 8700 hektare yang tersebar di seluruh Kalteng,”tukas Dimas.
Menurutnya , kondisi ini akan berpotensi mengulang kembali kegagalan Proyek Lahan Gambut (PLG) di masa lalu, lebih-lebih pelaksanaannya juga tidak melalui kajian lingkungan yang komprehensif.
Dia juga menyoroti, tentang pembukaan lahan untuk kebun singkong yang dikerjakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan RI). Di mana dalam hal ini melibatkan banyak sekali anggota TNI.



