Dies Natalis Universitas Palangka Raya ke 58

Presiden Mahasiswa UPR, Beni

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dies Natalis Universitas Palangka Raya ke-58. UPR menjadi kampus negeri Tertua dan Terbesar di Bumi tambun bungai Ini telah menjadi Kampus Yang melahirkan banyak sumberdaya manusia yang terampil.

Presiden Mahasiswa UPR, Beni, berharap, UPR bisa terus berkembang dan bertransformasi sehingga dapat menuju ke arah yang lebih baik lagi.

“Dalam Dies Natalis UPR ke-58, saya mengharapkan kampus ini terus meletakkan keberpihakan nya kepada rakyat, Menjadi Kampus Yang Demokratis dengan Menerapkan Falsafah Huma Betang, Tidak Membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA),” ucapnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Ikan, Gelar Lomba Memasak

Lanjutnya, melalui kesempatan Ini juga ia ingin mengajak seluruh civitas akademik untuk mengambil peran dalam rangka mewujudkan UPR Jaya Raya, UPR Kampus Rakyat.

Tentu mewujudkan ini bukan hal yang mudah, Tapi Mudah-mudahan dengan bergotong-royong, cita-cita besar ini bisa terwujud. Kepada mahasiswa mari serukan kedaulatan sebagai elemen penting dalam prosesi perjalanan pembangunan kampus.

Harus dibuka seluas-luasnya ruang partisipasi untuk mahasiswa. Kedepan pihaknya juga berharap agar arah pembangunan UPR difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Hal itu berguna untuk menyiapkan masyarakat Kalteng sebagai provinsi penyangga ibu Kota. Yang paling sederhana kita bisa mulai memberikan atensi terhadap pusat ilmu pendidikan, berupa perpustakaan yang nyaman dan update guna memberikan literatur yang luas dan berwawasan Luas,” urainya

Baca Juga:  PUPR Lakukan Pemeliharaan Rutin Jalan di Dua Titik

Terakhir, ia menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk terus mengawal pembangunan kampus UPR. Diketahui bersama bahwa UPR masih menerapkan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) kepada mahasisea jalur mandiri.

“Oleh sebab itu kita harus meminta pertanggungjawabannya, berupa impact yang jelas dan terasa, tentunya untuk mahasiswa, untuk muruah akademik bukan sesuatu yang hanya bernuansa estetik. Sekali lagi adalah muruah akademik,” tandasnya. (oiq)