Hindari Perpecahan Dayak Kalteng Dengan Empat Pilar Huma Betang

Hindari Perpecahan
Napa J Awat

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Masyarakat Kalteng diharapkan dapat selalu mempedomani filosofi Huma Betang yang selalu mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran, dan kesetiaan.
Hal tersebut disampaikan Napa J Awat, salah satu tokoh Dayak Kalteng,, Sabtu (27/11/2021).

Pria kelahiran 75 tahun silam ini menyampaikan, filosofi Huma Betang orang Dayak Kalteng berisikan empat pilar. Pertama, orang Dayak Kalteng selalu mengedepankan kejujuran dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Kedua, di Provinsi Kalteng tidak ada darah biru seperti sultan atau raja, semua sama hidup sederajat berdampingan.

“Ketiga, orang Dayak selalu hidup rukun dan tentram dalam kebersamaan. Dan yang ke’empat, orang Dayak Kalteng itu selalu taat terhadap hukum dan aturan. Baik hukum negara, hukum adat, maupun hukum alam,” kata Napa J Awat kepada Kalteng.co.

Meski masyarakat Dayak Kalteng memegang keyakinan yang berbeda, seperti Muslim, Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Kaharingan, Napa J Awat yakin jiwa kebersamaan dan toleransi yang tertanam dalam diri masyarakat Dayak Kalteng masih sangat kuat.

“Meski beda keyakinan atau agama, bagi masyarakat Dayak Kalteng hal tersebut tidak menjadi penghalang sedikitpun bagi mereka untuk tetap bersatu. Saya sangat yakin akan hal itu. Karena bukan tidak mungkin antara satu dan lainnya terjalin ikatan keluarga berdasarkan rekam jejak nenek moyang kita terdahulu, ”tegas mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) tersebut.

Baca Juga:  Lansia Tewas Mengeluarkan Darah saat Bersihkan Ladang

Napa J Awat menilai, masih terdapat beberapa persoalan yang dirasakan masyarakat Dayak Kalteng. Salah satunya bagaimana caranya Dayak Kalteng bisa semakin eksis. Hal Ini penting diperhatikan, agar harkat dan martabat bisa semakin terangkat.