Dirjen KSDAE Sebut Upaya Konservasi Harus Berpegang pada Lima Basis

konservasi BNF
BERKUNJUNG : Stan Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, dan Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia pada hari kedua Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN) 2021 di Kupang, Nusa Tenggara Barat, Selasa (23/11/2021). (BNF UNTUK KALTENG.CO)

KUPANG, kalteng.co – Ada lima basis yang hendaknya dipegang dalam upaya konservasi di Indonesia. Kelima hal tersebut adalah basis regulasi, pengalaman, bukti, sains, dan kehati-hatian. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan EKosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Wiratno, M.Sc.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wiratno berkunjung saat ke stan Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, dan Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia, pada hari kedua Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN) 2021 di Kupang, Nusa Tenggara Barat, Selasa (23/11/2021).

Berita Terkait…….Lestarikan Satwa Langka Elang Jawa, Perusahaan Limbah Peduli Konservasi

“Dengan berbasis bukti, upaya-upaya telah yang dilakukan tak akan bisa disangkal karena terukur dan ada faktanya, bukan mengawang-awang. Selain berbasis bukti, upaya konservasi juga harus berbasis pengalaman agar upaya yang telah ditempuh dapat menjadi inspirasi dan dapat direplikasi orang lain,” ujar Wiratno.

Hal yang juga harus menjadi basis konservasi, lanjut dia, adalah sains yang tepat. Dengan sains, upaya pemulihan akan berjalan tepat sasaran karena hal-hal penting menjadi teridentifikasi dengan baik, seperti lokasi tanam yang tepat, usia tanam, waktu penanaman, kualitas bibit, dan titik koordinat penanaman secara tepat.

Selain mengunjungi stan-stan peserta peringatan HKAN 2021, Wiratno dalam kesempatan tersebut juga hadir dalam acara bedah dua buku yang ditulis oleh Wiratno dan Tim Ditjen KSDAE, KLHK, yang berjudul ‘Menuju Digital Society’, serta satu bukan lainnya yang berjudul ‘Senandung Merdu Punggawa Taman’.

Peringatan HKAN 2021 kali ini diselenggarakan di Pantai Lasiana, Kupang, digabung dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa, pada 22-24 November 2021. Kegiatan ini diisi dengan beragam acara, di antaranya atraksi seni dan budaya, jamboree konservasi alam, eksebisi konservasi alam dan budaya, kompetisi foto dan video dan lain sebagainya.