Komisi XII DPR RI Kawal Pemerataan Energi Nasional Lewat Kunjungan ke PGN Bojonegara

SERANG, Kalteng.co – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada 24–26 September 2025.
Agenda ini menjadi bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, yang difokuskan pada evaluasi program jaringan gas rumah tangga (jargas) dan penguatan sinergi energi nasional.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus, dengan didampingi anggota lintas fraksi, di antaranya Shanty Alda Nathalia, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., Sigit Karyawan Yunianto, SH., M.A.P., drg. Alfons Manibui, Ir. Beniyanto, Drs. H. Rusli Habibie, Moreno Soeprapto, Ade Jona Prasetyo, Dr. Syarif Fasha, Hj. Ratna Juwita Sari, Abdul Waiz, Zulfikar Hamonangan, hingga Etin Diah Permanasari.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu, 24 September 2025, dengan keberangkatan anggota DPR RI dari Jakarta menuju Bojonegara. Setibanya di lokasi, para legislator langsung melakukan pertemuan dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM, jajaran Direksi PT PGN Tbk, dan Pemerintah Kabupaten Serang.
Pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Bojonegara. Para anggota DPR meninjau progres pembangunan dan mendengarkan paparan dari PGN terkait capaian serta kendala teknis di lapangan.
Ketua Tim, Putri Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud pengawasan DPR terhadap jalannya program strategis nasional di sektor energi.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses energi yang adil dan merata. Jargas harus benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya di kota besar, tetapi juga hingga ke pelosok daerah,” ungkap Putri.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan asal Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto, SH., M.A.P., menambahkan pentingnya mempercepat pembangunan jargas sebagai bagian dari transisi energi nasional.
“Gas rumah tangga adalah solusi untuk menekan ketergantungan pada LPG bersubsidi. Karena itu, PGN perlu memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah yang belum terlayani. DPR akan terus mendorong agar ada dukungan anggaran dan regulasi yang memadai,” tegas Sigit.
Sigit juga menyoroti pentingnya pengawasan langsung agar implementasi program tidak menyimpang dari tujuan awal.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Energi harus bisa dinikmati secara adil, tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan. Banten bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan jargas,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPR RI. Ia berharap kehadiran para legislator dapat memperkuat posisi daerah dalam memperoleh dukungan program energi dari pusat.
“Masih banyak kecamatan di Serang yang belum menikmati jargas. Kami berharap dengan dukungan DPR, PGN dapat mempercepat perluasan jaringan ini agar masyarakat bisa merasakan energi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara DPR, pemerintah daerah, dan BUMN energi dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif. Komisi XII berkomitmen membawa hasil pengawasan di Bojonegara ini ke dalam rapat-rapat bersama pemerintah pusat agar rekomendasi kebijakan dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Agenda Komisi XII di Banten akan berlangsung hingga 26 September 2025, dengan serangkaian diskusi teknis, tinjauan lapangan, dan penyusunan laporan akhir. Rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada akhir pekan untuk melanjutkan agenda persidangan.
“Energi adalah hak rakyat. Kami hadir di sini untuk memastikan program jargas tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi nyata dirasakan masyarakat,” pungkas Putri Zulkifli Hasan. (pra)
EDITOR: TOPAN



