Pangkalan Bun

KPPN Pangkalan Bun Rilis Kinerja Pelaksanaan APBN

Secara persentase kinerja Belanja APBN sampai akhir Oktober tahun 2022 telah mencapai sebesar 79,40%. Realisasi Belanja Pemerintah Pusat (K/L) mencapai Rp306,66 miliar. Secara nominal mengalami penurunan sebesar -1,02% persen (yoy).

Disamping perlambatan belanja K/L secara nominal yang berupa (i) penurunan alokasi belanja Modal dan belanja Barang, (ii) dampak bawaan dari keterlambatan lelang dan lambatnya belanja di awal TA 2022, (ii) penyesuaian kontrak akibat kebijakan penyesuaian harga BBM, terdapat dua kondisi yang menjadi isu belanja pemerintah pada bulan Oktober 2022, yaitu: (i) proses Automatic Adjustment anggaran K/L yang belum mendapat penyelesaian revisi dari DJA serta (ii) bencana banjir yang menyebabkan berhenti sementara kegiatan K/L di wilayah terdampak banjir.

Pada sisi lainnya, realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah mencapai Rp413,68 miliar atau turun -1,86 persen (yoy), dengan kontribusi penurunan terbesar terdapat pada DAK Fisik yang turun sebesar Rp54,53 miliar (-22,42 persen, yoy).

Penyaluran Dana Desa yang mencapai Rp152,35 miliar (94,43 persen dari pagu 2022) mengalami penurunan sebesar -14,60 persen (yoy). Tahap I dan BLT triwulan I s.d. triwulan III telah 100 persen salur. Saat ini perlu segera mendorong penyelesaian Tahap III dan BLT Triwulan IV.

“Penyaluran DAK Fisik turun -22,42 persen (yoy) dikarenakan terbitnya surat dari Kemenkes terkait larangan edar obat tertentu yang mengakibatkan beberapa obat yang telah terbit BASTnya ditarik. Bencana banjir menghambat proses pembangunan yang telah direncanakan pada kontrak,” pungkasnya.(son)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button