Setahun, 301 Penjahat Masuk Bui

DIMUSNAHKAN: Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah bersama Bupati Nurhidayah serta Kasat Reskrim AKP Rendra Adhytia Dani ketika melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan di halaman mapolres, Rabu (29/12).
DIMUSNAHKAN: Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah bersama Bupati Nurhidayah serta Kasat Reskrim AKP Rendra Adhytia Dani ketika melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan di halaman mapolres, Rabu (29/12).

PANGKALAN BUN,Kalteng.co -Upaya dalam melakukan penindakan hukum terhadap para penjahat terus dilakukan jajaran Polres Kobar. Terbukti sebanyak 301 pelaku kejahatan berhasil dimasukkan ke dalam tahanan selama satu tahun ini. Para pelaku kejahatan ini sendiri terdiri dari berbagai tindak kejahatan mulai dari kasus pencurian biasa, pencurian pemberatan, kasus Cabul anak hingga penadah berhasil diungkap.

Bahkan sebanyak 41 kasus masih dalam tahap pendidikan dan akan diselesaikan pada awal tahun. Hal ini disampaikan Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah ketika menggelar rilis akhir tahun di kantornya, Rabu (29/12).

Menurutnya, dalam upaya penindakan kasus sendiri jajaran Polres Kobar mengalami peningkatan sebanyak 42 kasus. Sebanyak 283 kasus pada tahun 2021, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 242 kasus. Sejauh ini di Kobar sendiri kasus paling menonjol didominasi pencurian dan pemberatan sebanyak 40 kasus. Polisi sendiri terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sudah tegaskan ke jajaran Satreskrim agar nantinya beberapa kasus yang masih proses bisa diselesaikan secepatnya. Masyarakat tentunya tidak perlu ragu, kami berikan pelayanan yang terbaik,”katanya.

Sementara itu untuk Kasus narkoba yang ditangani sebanyak 76 kasus selama tahun 2021. Sedangkan untuk tersangka yang diamankan dan diproses sendiri sekitar 78 orang. Barang Bukti yang diamankan jenis sabu-sabu sendiri 861 gram. Barang haram tersebut apabila dinilaikan uang sekitar Rp1,2 miliar.

Penindakan hukum berkaitan dengan masalah narkoba akan selalu menjadi absensi pimpinan. Sehingga para pelaku yang masih nekat melakukan aksinya akan diproses tegas. “Masyarakat bisa terus menyampaikan atau melaporkan kepada kami apabila menemukan atau mengetahui ada peredaran narkoba,”Ujar Devi.(son/uni)