Cara Menjaga Hoki di Tahun Baru Imlek dengan Menghindari Pantangan Tradisional

KALTENG.CO-Tahun Baru Imlek bukan sekadar pesta kembang api dan bagi-bagi angpao. Bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, Imlek adalah momen sakral yang penuh dengan simbolisme doa dan harapan.
Karena sifatnya yang sakral, muncul berbagai aturan dan pantangan Imlek yang dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan seseorang sepanjang tahun.
Akar dari tradisi ini biasanya berasal dari homofon (kata yang bunyinya mirip) dalam bahasa Mandarin atau kepercayaan kuno tentang energi positif. Penasaran apa saja hal yang harus dihindari agar hoki tetap mengalir? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Menghindari Angka 4: Angka “Mati” dalam Tradisi Tionghoa
Dalam budaya Mandarin, angka 4 (sì) sangat dihindari karena pelafalannya hampir serupa dengan kata “mati” (sǐ). Hal ini memicu fenomena yang disebut tetraphobia.
- Penerapan Sehari-hari: Jangan kaget jika Anda jarang menemukan angka 4 pada nomor ponsel, pelat kendaraan, hingga nomor lantai di gedung tinggi.
- Properti: Rumah dengan nomor alamat 4 sering kali sulit dijual kepada sesama etnis Tionghoa dan biasanya lebih sering disewakan kepada orang asing yang tidak terikat tradisi ini.
2. Aturan Makan: Antara Sayuran, Ikan, dan Kaki Ayam
Makanan saat Imlek bukan hanya soal rasa, tapi juga soal makna. Ada protokol khusus mengenai apa yang boleh dan tidak boleh disantap:
- Menu Vegetarian di Hari Pertama: Mengonsumsi sajian vegetarian di pagi hari Imlek dianggap sebagai bentuk pembersihan diri. Selain itu, menyembelih hewan dianggap tabu karena melibatkan alat tajam seperti pisau. Penggunaan alat tajam dipercaya bisa “memotong keberuntungan” yang baru saja datang.
- Filosofi Ikan (Yu): Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” memiliki bunyi yang sama dengan kata “surplus” atau “kesejahteraan.” Uniknya, Anda dilarang menghabiskan ikan tersebut. Menyisakan ikan untuk dimakan keesokan harinya melambangkan bahwa kekayaan Anda akan terus bersisa dan melimpah hingga tahun depan.
- Larangan Kaki Ayam: Ada mitos unik bagi anak-anak untuk tidak memakan kaki ayam saat Imlek. Konon, ini bisa membuat tulisan tangan mereka menjadi jelek atau sulit dipelajari (seperti cakar ayam).
3. Menjaga Sikap dan Ucapan demi Keharmonisan
Energi di hari pertama tahun baru dianggap sangat sensitif terhadap suara dan emosi.
- Dilarang Menangis: Tangisan dianggap sebagai pembawa sial. Oleh karena itu, orang tua biasanya sangat sabar dan menghindari menghukum anak-anak pada hari ini agar suasana rumah tetap ceria.
- Kekuatan Kata-kata: Hindari mengucapkan kata-kata negatif seperti “mati”, “sakit”, “miskin”, atau “hantu”. Mengucapkan hal-hal buruk di hari pertama tahun baru dipercaya bisa membuat hal tersebut benar-benar terjadi sepanjang tahun.
4. Pantangan Pekerjaan dan Kebersihan Rumah
Bagi Anda yang terbiasa bersih-bersih rumah, sebaiknya tahan diri sejenak saat Imlek tiba.
- Jangan Menyapu: Menyapu rumah, terutama membuang sampah keluar pintu, dianggap sama dengan menyapu hoki atau keberuntungan keluar dari rumah.
- Hindari Mencuci Baju: Hari pertama dan kedua Imlek dipercaya sebagai hari lahir Dewa Air. Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati dewa tersebut dan bisa menjauhkan rezeki.
- Tunda Pembukuan: Bagi pemilik toko atau pengusaha, melakukan pembukuan keuangan saat Imlek sangat tidak disarankan. Kata “buku” (shū) dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata “hilang” atau “kalah”. Melakukan pembukuan dikhawatirkan akan memicu kerugian finansial.
5. Merah vs Hitam-Putih: Makna di Balik Warna Pakaian
Pilihan warna pakaian adalah hal krusial dalam perayaan ini.
- Hindari Hitam dan Putih: Dalam tradisi Asia Timur, kedua warna ini identik dengan kedukaan dan pemakaman. Mengenakan warna ini saat Imlek dianggap mengundang energi kematian atau kesialan.
- Gunakan Warna Merah: Merah adalah simbol vitalitas, keberuntungan, dan pengusir energi negatif (Nian). Mengenakan pakaian merah baru dipercaya dapat menarik energi positif secara maksimal.
Berbagai pantangan di atas mungkin terdengar tradisional di era modern ini. Namun, di balik aturan tersebut, tersimpan nilai luhur tentang penghormatan kepada leluhur, menjaga keharmonisan keluarga, dan memupuk optimisme untuk masa depan yang lebih baik.
Apakah Anda berencana merayakan Imlek tahun ini? Pastikan Anda menyiapkan pakaian merah terbaik dan menjaga hati tetap gembira agar hoki selalu menyertai! (*/tur)




