BPTD Wilayah XVI Kalteng Menghadiri Sosialisasi Pencegahan Pungli di Pelabuhan Bahaur

Dalam Waktu Dekat Kami akan Segera Membentuk Tim Pengawas
“Adanya mafia dan praktik pungli menurut Jaksa Agung Sanitar Burhanuddin, menyebabkan tingginya biaya logistik di pelabuhan. Tentunya hal ini dapat menghambat proses bisnis dan investasi,”ucap Dr. Priyambudi melalui pesan Whatsapp, kepada Kalteng.co, Jumat (24/12/2021).
Terlebih Kejaksaan Agung RI juga menyampaikan, jika biaya logistik di pelabuhan Indonesia lebih tinggi di bandingkan dengan biaya logistik di pelabuhan China sekitar 15 persen dan Pelabuhan Malaysia yang hanya sekitar 13 persen.
Tingginya biaya logistik tersebut, tidak lepas dari faktor belum efektifnya kegiatan sistem bongkar muat. Di pelabuhan serta adanya indikasi mafia atau praktik pungli yang semakin memperkeruh keadaan.
“Dalam waktu dekat kami akan segera membentuk tim pengawas. Semua Stake Holder yang bertugas di Pelabuhan Bahaur sepakat melakukan pencegahan terhadap mafia. Atau adanya praktek pungli dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk kendaraan yang akan berlayar, menggunakan KMP Drajat Paciran,” tegas Dr. Priyambudi.
Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah XVI Kalteng Buang Turasno mengapresiasi upaya yang di lakukan oleh Kejari Pulang Pisau beserta jajarannya. Di dalam meminimalisir adanya praktek pungli di wilayahnya.
Dengan begitu KMP Drajat Paciran dapat semakin berkembang dan di nikmati para penumpang, tanpa harus di hadapi adanya praktek pungli. Dan kami sangat setuju langkah atau upaya tersebut,” tutup Buang Turasno. (pra)



