
Menurut Halikin dengan cara memperketat dua jalur itu, pihaknya tidak ingin kecolongan dengan arus pergerakan manusia dari luar daerah ini, sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus Covid-19 di daerah ini.
“Kami tidak mau kecolongan dengan adanya orang luar yang dapat membawa virus masuk ke daerah ini. Kami ingin kesehatan masyarakat tetap terjaga, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kabupaten ini,” ucapnya.
Mantan Sekda ini juga mengatakan selain jalur udara dan laut pihaknya juga akan melakukan penjagaan pintu masuk melalui darat seperti di Jalan Tjilik Riwut di Kecamatan Cempaga Hulu, Jalan Jendral Sudirman di Kecamatan Telawang, dan di Jalan HM Arsyad di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan akan dibangun posko, sehingga dapat mengontrol pergerakan orang.
“Selain jalur udara dan laut, kami juga akan melakukan pengetatan jalun darat dan akan membangun posko di beberapa Kecamatan. Meski daeran kita bukan termasuk daerah pintu masuk dari luar provinsi,” terangnya.
Dirinya juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan mengunakan masker apabila beraktifitas diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan agar dapat terhindar dari virus mematikan itu. (bah/ans).



