Palangka Raya

TBBR Dirasa Tidak Bisa Hidup Bersama Dalam Huma Betang

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – TBBR dirasa tidak bisa hidup bersama dalam huma betang. Ratusan masyarakat adat Dayak Kalteng tetap menginginkan Pasukan Merah segera membubarkan diri.

Seperti diketahui, sedikitnya 30 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kalteng melakukan aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan TBBR.

Koordinator Lapangan Aksi Damai, Bambang Irawan meminta SK di Kalteng dicabut. Karena dirasakan mereka tidak bisa hidup bersama di dalam huma betang itu sendiri.

“Karena ini bicara soal adat istiadat, religius, juga tentang tata cara kita berbudaya sesuai dengan lokal kita. Perbedaan itulah yang membuat ada kekhawatiran ataupun sesuatu yang tidak pas dalam kehidupan rumah betang itu sendiri,” katanya, Senin (29/11/2021).

Mengenai batas waktu yang telah diberikan sebelumnya, pihaknya akan mengambil langkah untuk mendatangi Kesabangpol Kalteng, Kapolda Kalteng dan Korem 102/Panju Panjung guna menyampaikan penegasan kembali terhadap pernyataan dari hasil aksi kemarin.

“Kita punya ritual sendiri, kita punya gaya bahasa sendiri lalu mereka masuk dengan budayanya sendiri. Kami tidak mempermasalahkannya, budaya mereka bagus. Tapi bukan berarti budaya mereka harus dilakukan di Kalteng,” cecarnya.

Dijelaskannya, misal saja seperti halnya ritual mandi. Di sini (Kalteng) tidak dalam posisi perang kok. Hal yang seperti itulah yang dirasa bertentangan dengan yang tertuang dalam Falsafah Huma Betang.

“Kami tetap meminta mereka untuk segera dibubarkan,” tutupnya. (oiq)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button