Utama

Disdik Tegur Guru yang Wajibkan Siswi Nonmuslim Berjilbab

Sebagaimana diketahui sejak awal 2021 di Kota Padang sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengaku sangat prihatin atas beredarnya video larangan mewajibkan berhijab tersebut. Dia khawatir sikap itu dapat merusak kebinekaan.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

“Kami sangat prihatin dengan fenomena maraknya sikap intoleran di lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintah. Banyak tenaga-tenaga pendidik yang tidak tepat dalam mengajarkan semangat keberagamaan di kalangan siswa,” ujar Syaiful Huda.

Untuk diketahui sebuah video viral di media sosial (medsos), memperlihatkan percakapan Eliana Hia, orang tua salah seorang siswi, dengan pihak sekolah SMK Negeri 2 Padang.

Eliana dipanggil pihak sekolah karena anaknya, Jeni Cahyani Hia tidak mengenakan jilbab. Jeni tercatat sebagai siswi Kelas IX pada Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP)) di sekolah itu. Dia tidak mengenakan jilbab karena bukan muslim.

Terkait hal itu, Huda mengatakan fenomena di Sumbar tersebut bukanlah kejadian pertama yang menunjukkan menguatnya sikap intoleransi di sekolah-sekolah negeri.

Sebelumnya juga ada kejadian seorang guru di Jakarta yang meminta siswa-siswanya memilih calon ketua OSIS dengan alasan SARA. Kejadian serupa juga sempat terjadi di Depok, Jawa Barat.

“Kejadian-kejadian tersebut cukup memprihatinkan karena diduga dilakukan oleh tenaga kependidikan di sekolah negeri yang harusnya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dengan inti penghormatan terhadap nilai kebinekaan,” katanya.(jpg/top)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button