BeritaUtama

Meledak Usai Libur Panjang

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kekhawatiran Satgas Penanganan Covid-19 bakal terjadi ledakan kasus setelah libur panjang akhirnya terbukti. Klaster wisata diduga menjadi indikasi penyebaran kasus setelah masyarakat memilih menghabiskan waktu libur di beberapa destinasi wisata di Kalteng maupun di luar Kalteng. Terbukti, dua pekan setelah libur dan cuti bersama akhir Oktober hingga awal November (lima hari), angka kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 naik signifikan dibandingkan sebelum libur panjang (baca di infografis).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, penambahan kasus didominasi aktivitas libur panjang selama lima hari, terhitung sejak 28 Oktober hingga 1 November, sehingga berdampak pada peningkatan kasus Covid-19 di Kalteng. Hal itu dapat diketahui dengan laporan data perkembangan kasus Covid-19 setelah liburan cenderung naik. Terlihat dalam rilis dua hari terakhir, yakni Kamis (12/11) dan Jumat (13/11), terjadi kenaikan 89 kasus per harinya.(lihat tabel).

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Setelah liburan panjang beberapa waktu lalu, kasus Covid-19 di Kalteng memang ada kecenderungan naik,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (12/11).

Diungkapkannya, kenaikan kasus itu dapat dikatakan sebagai dampak dari liburan panjang, dengan melihat hasil pelacakan yang dilakukan. Sebagian besar hasil pelacakan menemukan fakta bahwa pasien terkonfirmasi positif memiliki riwayat keluar kota atau menerima kedatangan keluarga dari luar kota.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Analisis kedua yang meyakinkan bahwa liburan menjadi faktor penyebab, yakni besarnya tenaga medis yang bertugas melakukan validasi keterangan nonreaktif (rapid test) terhadap masyarakat untuk keperluan perjalanan, mereka terpapar,” ungkapnya.

Selanjutnya setelah dilakukan pelacakan, ditemukan bahwa tenaga medis terpapar dari masyarakat saat pemeriksaan. Tidak hanya itu, Suyuti juga menyebutkan bahwa petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga banyak yang terpapar.

“Ada lebih dari 20 petugas yang terpapar setelah liburan panjang. Selama liburan terjadi pergerakan orang. Setelah beberapa hari kemudian dilakukan pemeriksaan, alhasil banyak petugas terpapar,” tegasnya.

Pihaknya tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Sebelum vaksin untuk virus ini ditemukan, satu-satunya cara mencegah penularan Covid-19 hanyalah dengan mematuhi protokol kesehatan. (abw/ce/ala)

Related Articles

Back to top button