PEMKAB KOTAWARINGIN BARAT

Kotawaringin Barat Kembali Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat kembali mendatangkan banjir. Debit sungai dari berbagai wilayah mengalami kenaikan.

Akibatnya beberapa rumah hingga jalanan raya harus tergenang. Bahkan para penghuni rumah harus mengungsi karena airnya sudah masuk ke beberapa bagian ruangan dan tidak bisa ditinggali.

Menurut, banjir yang melanda kali ini begitu memberikan dampak berarti bagi masyarakat. Pasalnya hujan satu malam hingga saat ini membuat beberapa wilayah mengalami banjir.

Diantaranya Kecamatan Arut Selatan, Arut Utara, Kumai mengalami kenaikan debit air cukup signifikan.

Tim BPBD sudah turun Ke lokasi untuk memberikan bantuan serta memantau rumah warga agar tetap waspada dan berhati-hati. Karena hujan masih terus terjadi dan tidak dipastikan kapan air akan surut.

Mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Kecamatan Arut selatan dan Kumai serta limpahan air dari DAS Arut dan DAS Lamandau. Akibatnya menggenangi rumah warga dengan ketinggian debit air berkisar 10-70 cm.

“Kami sudah berkoordinasi dnegan RT dan perangkat kelurahan serta kecamatan melakukan pendataan. Kami juga melakukan upaya penyedotan air dibeberapa rumah yang memang sudah sangat tinggi airnya,” katanya.

Sementara itu Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kapolsek Arut Ipda Agung, mengatakan, diwilayahnya yang menjadi perhatian di Desa Nanga Mua sebanyak 20 rumah sudah tekena dampaknya. Ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa.

Untuk itu pihaknya bersama dengan dinas terkait langsung melakukan upaya dan tindakan cepat. Selain memberikan bantuan evakuasi warga juga memberikan bantuan. Dengan harapan masyarakat bisa mencari lokasi yang lebih tinggi supaya aman. Selain itu juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami imbau warga agar mengungsi untuk menghindari ancaman banjir susulan. Kami juga menyerahkan bansos kepada warga,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kobar Hasyim Muallim menegaskan, intensitas hujan yang tinggi membuat Kabupaten Kobar dikepung banjir. Pihaknya saat ini sudah mulai melakukan upaya langkah untuk menindaklanjuti banjir tahunan yang terjadi.

Mengingat didalam perkotaan beberapa ruas tergenang banjir diduga akibat mampetnya drainase. Tentunya ada program penanganan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek  pihaknya melakukan pembersihan saluran atau parit yang tersumbat akibat kotoran atau sampah.

“Kami juga akan melakukan  normalisasi sungai atau parit yang menuju tembaga Bu’un dan Bamban.  Untuk jangka panjang, PUPR akan membuat kolam retensi sebagai penampungan air di saat debit air meningkat,” ungkapnya.

Dengan membuat kolam tersebut ada di tiga titik lokasi sebagai penampungan sementara. Namun terkait berapa anggaran yang dibutuhkan terkait penanganan banjir ini.(son)

Related Articles

Back to top button