Ekonomi Bisnis

Ketum Kadin Kalteng Rahmat Nasution Hamka: Pendidikan Vokasional dan Dunia Usaha Harus Saling Menguatkan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah, Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH., M.Si., CRGP., menegaskan bahwa pendidikan dan sektor dunia usaha harus berjalan berdampingan dalam mendorong kemajuan ekonomi berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul.

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025 ini ia menyoroti urgensi memperkuat pendidikan vokasional agar selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja masa depan.

Menurut Hamka, tema Hardiknas tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, merupakan refleksi nyata bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah. Dunia usaha dan industri (DUDI) juga harus mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan, baik melalui kemitraan, pelatihan, maupun penyediaan lapangan kerja.

“Kita tidak bisa bicara bonus demografi jika anak-anak muda kita tidak dibekali keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Pendidikan yang berkualitas harus kontekstual, adaptif, dan produktif. Inilah yang harus kita dorong bersama,” tegasnya, Jumat (2/5/2025).

Hamka menambahkan, Kadin Kalteng selama ini aktif mendorong kolaborasi antara sekolah menengah kejuruan (SMK), perguruan tinggi, dan sektor industri dalam pengembangan program magang, pelatihan kewirausahaan, hingga inovasi berbasis teknologi lokal. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memutus kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Ia juga menyampaikan, bahwa tantangan global dan digitalisasi membuat SDM Kalteng harus terus ditingkatkan, bukan hanya dari sisi hard skill tetapi juga soft skill, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan etika kerja.

“Kami di Kadin percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Dunia usaha tidak akan tumbuh tanpa SDM yang tangguh. Dan itu dimulai dari pendidikan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hamka berharap agar pemerintah daerah semakin terbuka dalam menjalin kerja sama strategis dengan Kadin dan pelaku usaha lokal untuk menyusun kurikulum adaptif dan memperluas link and match antara sekolah dan industri. Ia juga mendorong perluasan program pembiayaan pendidikan vokasi dan inkubasi wirausaha muda.

“Hardiknas ini menjadi momentum kita semua untuk introspeksi. Pendidikan tidak boleh sekadar teori. Harus mencetak manusia produktif, kreatif, dan siap kerja. Hanya dengan itu kita bisa bersaing dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button