AKHIR PEKANBeritaFAMILYMETROPOLIS

Dear Yahnda-Bunda: 7 Sikap Orang Tua Ini Bikin Anak Jauh dan Tak Hormat

KALTENG.CO-Hubungan harmonis antara orang tua dan anak adalah dambaan setiap keluarga. Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang patuh, menghormati, dan mencintai mereka.

Namun, seringkali tanpa disadari, ada beberapa sikap atau perilaku orang tua yang justru dapat mengikis rasa hormat dan membuat anak sulit untuk mengikuti aturan.

Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak lebih dari sekadar pemberian aturan; ini tentang saling pengertian, kehangatan emosional, dan komunikasi dua arah yang efektif. Ketika pondasi hubungan ini terganggu, anak bisa merasa terasing, kurang dihargai, dan pada akhirnya, sulit untuk menunjukkan rasa hormat yang diharapkan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk melakukan introspeksi dan mengenali hal-hal yang mungkin berdampak negatif pada sikap anak. Dengan pemahaman yang tepat dan kemauan untuk memperbaiki diri, kita dapat membangun kembali ikatan keluarga yang kuat, penuh kasih sayang, dan saling menghormati.

Dilansir dari laman Parent from Heart pada Sabtu (24/5/2025), berikut merupakan 7 sikap orang tua yang tanpa sadar dapat membuat anak sulit patuh dan kurang menunjukkan rasa hormat:

1. Terlalu Otoriter dan Minim Penjelasan

Orang tua yang terlalu sering mengeluarkan perintah tanpa memberikan alasan atau penjelasan yang memadai seringkali membuat anak merasa tidak dihargai dan tidak dipahami. Anak mungkin akan patuh karena takut, bukan karena kesadaran akan pentingnya aturan. Pendekatan ini bisa memicu pemberontakan atau kepatuhan yang sifatnya terpaksa, bukan tulus.

2. Inkonsisten dalam Aturan dan Konsekuensi

Sikap inkonsisten dalam menetapkan aturan atau menerapkan konsekuensi atas pelanggaran dapat membingungkan anak. Jika hari ini suatu tindakan dilarang namun besok diizinkan, anak akan sulit memahami batasan dan cenderung mengabaikan aturan. Konsistensi adalah kunci untuk membangun pemahaman anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

3. Sering Mengkritik dan Membandingkan

Anak-anak sangat peka terhadap kritik, apalagi jika disampaikan secara terus-menerus atau diiringi perbandingan dengan saudara atau teman. Kritik yang berlebihan dapat melukai harga diri anak, menumbuhkan rasa rendah diri, dan membuat mereka merasa tidak cukup baik. Akibatnya, anak mungkin akan menarik diri atau justru menunjukkan perlawanan sebagai bentuk perlindungan diri.

4. Kurangnya Mendengar dan Menghargai Pendapat Anak

Ketika orang tua selalu mendominasi percakapan dan jarang memberikan kesempatan anak untuk mengungkapkan perasaannya atau pendapatnya, anak akan merasa tidak didengarkan dan tidak dihargai. Hal ini bisa membuat anak enggan berbagi cerita atau masalah, dan merasa bahwa suara mereka tidak penting. Rasa hormat akan sulit tumbuh jika anak merasa tidak memiliki “suara” dalam hubungan tersebut.

5. Memberikan Contoh Buruk

Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua menunjukkan perilaku yang tidak patuh terhadap aturan atau tidak menghormati orang lain (misalnya, berbohong, berbicara kasar, atau tidak menepati janji), anak akan cenderung meniru perilaku tersebut. Rasa hormat akan berkurang ketika anak melihat orang tua mereka sendiri tidak konsisten dengan apa yang mereka ajarkan.

6. Terlalu Fokus pada Hasil Daripada Proses

Orang tua yang hanya menghargai hasil akhir (misalnya, nilai bagus di sekolah) tanpa menghargai usaha atau proses yang telah dilalui anak, dapat membuat anak merasa tertekan dan kurang dihargai. Ketika anak merasa usahanya tidak diakui, motivasi mereka bisa menurun, dan mereka mungkin merasa bahwa “percuma saja” berusaha.

7. Kurangnya Afeksi dan Kehangatan Emosional

Hubungan orang tua dan anak membutuhkan kehangatan, sentuhan fisik (pelukan), dan ungkapan kasih sayang.

Orang tua yang terlalu kaku atau kurang menunjukkan afeksi dapat membuat anak merasa tidak dicintai atau tidak aman secara emosional.

Anak yang merasa dicintai dan aman cenderung lebih terbuka, patuh, dan menghormati orang tua mereka.

Membangun Kembali Hubungan yang Kuat

Membangun hubungan yang kuat dan penuh rasa hormat dengan anak membutuhkan kesadaran diri, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.

Dengan menghindari tujuh sikap di atas dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih positif – seperti komunikasi terbuka, konsistensi, empati, dan memberikan contoh yang baik – orang tua dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak yang patuh, percaya diri, dan tentu saja, menghormati orang tuanya.

Mari jadikan setiap interaksi dengan anak sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan dan menumbuhkan rasa saling menghargai dalam keluarga. (*/tur)

Related Articles

Back to top button