Sumadi: HUT Kota Palangka Raya Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Titik Bangkit

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Memasuki usia ke-60 tahun, Pemko Palangka Raya dinilai telah menunjukkan berbagai kemajuan yang signifikan di berbagai sektor. Namun di sisi lain, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dan menuntut pemerintahan yang adaptif, profesional, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Palangka Raya, Sumadi, dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-60 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-68 yang diperingati secara resmi pada Kamis, 17 Juli 2025.
“Enam dekade perjalanan Pemko Palangka Raya tentu patut kita apresiasi. Banyak kemajuan telah dicapai, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi daerah. Namun, di momen penting ini, kita juga perlu menjadikan peringatan hari jadi sebagai ruang evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki hal-hal yang masih belum optimal,” kata Sumadi.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi ekonomi dan pembangunan, Sumadi menekankan pentingnya akselerasi program kerja pemerintah kota agar sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat urban masa kini. Menurutnya, pelayanan publik harus semakin efisien, cepat, dan inklusif, terutama dalam sektor ekonomi, UMKM, serta tata ruang dan lingkungan.
“Kota Palangka Raya tidak bisa hanya berpuas diri dengan capaian saat ini. Transformasi digital, efisiensi birokrasi, dan pendekatan pelayanan berbasis kebutuhan warga harus terus didorong agar Kota Cantik semakin layak huni dan kompetitif,” ujarnya.
Sumadi juga menyoroti makna penting dari Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya yang menjadi tonggak sejarah perjalanan kota sejak ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 1957. Menurutnya, HUT Kota bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen untuk membangun kesadaran kolektif akan tanggung jawab menjaga dan memajukan kota.
“Dirgahayu Kota Palangka Raya yang ke-68. Ini adalah momen bersejarah untuk mengenang perjuangan para pendiri dan tokoh pembangunan terdahulu. Kita semua yang hidup di hari ini memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam membangun kota yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih manusiawi,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar Pemerintah Kota terus memperkuat sinergi dengan DPRD dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data, aspiratif, dan berjangka panjang.
“Pemerintah Kota harus menyusun kebijakan yang terukur dan berorientasi pada hasil, serta melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Kita di legislatif tentu siap memberikan dukungan sepanjang program itu berpihak kepada kepentingan rakyat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Sumadi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan momen Hari Jadi ini sebagai ajakan bersama dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta keharmonisan sosial sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan.
“Maju dan berkembangnya Kota Palangka Raya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua warga kota. Mari kita perkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kota ini. Dirgahayu Kota Cantik Palangka Raya, terus tumbuh menjadi kota yang maju, sejahtera, dan membanggakan,” pungkasnya. (pra)
EDITOR : TOPAN



