
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebagai Orang Dayak yang patuh terhadap aturan dan merindukan tegaknya aturan di Bumi Tambun Bungai ini, saya mendukung sepenuhnya tindakan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, menindak tegas semua pelanggaran terkait kendaraan over dimension over load (ODOL).
Karena pelanggaran angkutan barang ODOL, menjadi salah satu penyebab utama rusaknya jalan dan membebani anggaran publik secara signifikan.
Terkait adanya video yang beredar di media sosial yang mengatasnamakan Gerakan sopir Jawa Timur (GSJT), yang memprotes penegakkan aturan oleh Gubernur Kalteng, dan mengancam akan menutup, atau memblokir empat Pelabuhan, di Jatim, jateng, Kalsel dan Kalteng.
Selaku Orang Dayak, saya mengingatkan siapapun yang terlibat dalam pembuatan video tersebut untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Mengapa saya mendorong mereka untuk bertobat, karena tindakan yang mereka lakukan, di duga bagian dari menghalangi penegakan hukum, yang tentunya bisa di kenakan sanksi pidana sesuai perbuatan yang di lakukan.
Hallo para pembuat video sebagaimana tersebut di atas, truk ODOL, menjadi salah satu perusak jalan di Kalimantan Tengah, sehingga setiap tahun, pemerintah provinsi Kalteng, harus mengalokasikan dana besar hanya untuk memperbaiki jalan yang rusak karena pelanggaran truk ODOL.
Ini tentunya sangat merugikan masyarakat luas dan menyulitkan pemerintah Kalteng menjalankan pembangunan yang lebih prioritas.
Tegasnya, melalui surat terbuka ini, sekali lagi saya mengingatkan para pembuat video, agar jangan menebar “ ancaman “, namun patuhi aturan yang berlaku, sehingga kehidupan kita di penuhi kedamaian.
Salam hormat,
Ririen Binti
Uluh Dayak Ngaju Bara DAS Kahayan




