DPRD Kotim Soroti Kendala Pembangunan Jembatan di Dapil IV

SAMPIT, Kalteng.co – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menyoroti sejumlah persoalan pembangunan jembatan di wilayah daerah pemilihan (Dapil) IV yang hingga kini belum terselesaikan.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran serta larangan penggunaan kayu ulin sebagai bahan konstruksi. Banyak jembatan di wilayahnya mengalami kerusakan parah, namun belum bisa diperbaiki karena belum ada solusi material pengganti yang sebanding dari segi kekuatan dan biaya.
“Kegiatan dana pokir kami khusus untuk pembangunan jembatan ini mengalami dilema. Menggunakan kayu ulin tidak bisa, sementara kalau memakai box culvert, dana pokir tidak mencukupi,” ujar Mariani, Senin (3/11/2025).
Politisi perempuan itu menjelaskan, beberapa rencana pembangunan jembatan yang sudah diusulkan terpaksa ditunda sejak tahun anggaran 2023 karena belum ditemukan bahan alternatif yang kuat sekaligus terjangkau.
“Di tempat kami banyak jembatan yang sudah rusak. Kita harus memikirkan bahan pengganti agar anggarannya tidak terlalu besar, karena dana pokir juga harus dibagi untuk kegiatan lain,” tambahnya.
Mariani mendesak pemerintah daerah segera mencari solusi teknis dan kebijakan agar pembangunan infrastruktur di desa-desa tidak terhambat oleh aturan material maupun keterbatasan anggaran.
“Saya bahkan tidak jadi membangun jembatan tahun 2023 karena kendala ini,” pungkasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



