Ketua MPC Pemuda Pancasila Palangka Raya Tegaskan Tidak Ikut Demo 25 – 26 Maret 2026

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat ataupun mengikuti rencana aksi demonstrasi yang disebut akan berlangsung pada 25–26 Maret 2026 mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Bush Valentino Lambung sebagai sikap resmi organisasi yang dipimpinnya di tingkat kota. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya menilai rencana aksi tersebut belum memiliki kejelasan tujuan serta arah yang pasti.
“Kami dari MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya memastikan tidak akan mengikuti ataupun terlibat dalam persoalan demo pada tanggal 25 dan 26 Maret 2026. Bagi kami, persoalan yang disuarakan harus jelas dan disampaikan dengan cara yang tepat,” tegas Bush Valentino Lambung, Kamis (12/3/2026).
Ia mengatakan, apabila ada persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya terkait aktivitas pertambangan emas, maka sebaiknya disampaikan secara terbuka dan melalui jalur yang jelas kepada pemerintah maupun instansi terkait.
Menurutnya, masyarakat Kalimantan Tengah pada dasarnya membutuhkan kepastian terhadap keberlangsungan hidup, termasuk terkait pekerjaan dan sumber penghasilan. Karena itu, ia menilai dialog dengan pemerintah merupakan langkah yang lebih bijak untuk mencari solusi.
“Jika memang ada hal yang ingin diperjuangkan, mari kita sampaikan secara jelas kepada pemerintah dan instansi terkait. Kita ini putra-putri Kalimantan Tengah yang tentu membutuhkan kehidupan, butuh makan dan minum, sehingga semua persoalan harus dibicarakan dengan baik,” ujarnya.
Bush juga mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi tidak disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia khawatir adanya kelompok tertentu yang justru memanfaatkan situasi untuk melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
“Kami juga mengingatkan agar jangan sampai ada pihak-pihak liar yang menunggangi aksi demonstrasi dengan tindakan anarkis ataupun yang tidak sesuai aturan. Hal seperti itu justru akan merugikan semua pihak,” katanya. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berpikir jernih dan mempertimbangkan segala tindakan sebelum mengambil keputusan.
“Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Kita semua tentu ingin situasi tetap kondusif dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan aman dan tertib,” pungkasnya. (pra)



