Polda Kalteng Kerahkan 7.000 Personel Gabungan, Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sebanyak 7.000 personel gabungan dalam upaya mitigasi di seluruh wilayah.
Apel gelar pasukan digelar di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Jumat (17/4/2026), sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim kemarau yang rawan memicu terjadinya karhutla. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama unsur Forkopimda.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, ribuan personel yang dikerahkan merupakan gabungan dari berbagai instansi, mulai dari Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hingga Basarnas.“Hari ini kami melaksanakan apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi karhutla,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh personel yang terlibat telah diinstruksikan untuk melakukan patroli rutin di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pemantauan melalui jalur udara juga akan dimaksimalkan guna menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui darat.
“Patroli darat dan pemantauan udara akan kami optimalkan, sehingga setiap potensi titik api bisa terdeteksi sejak dini,” jelasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya respons cepat dalam penanganan karhutla. Ia meminta seluruh personel untuk segera bergerak apabila ditemukan titik api agar tidak meluas dan membahayakan masyarakat.“Perkuat komunikasi di lapangan. Ketika ada informasi titik api, petugas harus segera bertindak cepat agar tidak meluas,” tegasnya.
Di sisi lain, Iwan turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran yang lebih besar, terutama saat kondisi cuaca kering.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ini penting demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama,” katanya.
Ia juga mendorong peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda hingga media massa, dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan karhutla.“Kami berharap semua pihak, termasuk media, dapat membantu menyampaikan pesan stop membakar hutan dan lahan,” pungkasnya. (oiq)



